Maria Diangkat ke Surga, Jiwaku Memuliakan Tuhan

Saudari/saudara yang terkasih.

Hari ini Gereja merayakan Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga. Penghormatan kepada Santa Perawan Maria yang Diangkat ke Surga sudah ditemukan dalam liturgi sejak abad ke-6 di Timur dan sejak abad ke-7 di Barat. Di Yerusalem dan Roma biasa diadakan perarakan untuk menghormati Santa Perawan Maria. Di Perancis perarakan diadakan pada setiap tanggal 15 Agustus sesudah Vesper untuk memperingati penyerahan Negara Perancis kepada Santa Perawan Maria oleh Raja Louis XIII pada tahun 1638.

Pada 1 November 1950, Pius XII menetapkan dogma Maria Diangkat ke Surga. Dengan demikian, secara resmi Gereja memaklumkan Iman bahwa Santa Perawan Maria pada akhir di dunia diangkat ke Surga dengan badan dan jiwanya. Misteri inilah yang kita kenangkan pada Hari Raya Maria Diangkat ke Surga. Menurut rencana dan kebijaksanaan Allah, Maria walaupun keturunan Adam, tidak pernah bersekutu dengan dosa. Dosa asal pun tidak menodai dia. Karena itu, kematian pun tidak menguasai dia. Pada akhir hidupnya di dunia, ia langsung diangkat ke Surga dengan badan dan jiwanya, sebagai manusia yang utuh dan tak bercela. Semenjak awal hidupnya, Maria dilindungi Allah dengan sempurna.

Saudari-saudara terkasih, Bunda Maria telah terpilih sebagai Bunda Kristus dan karena itu terkandung tanpa noda dan selanjutnya juga suci murni. Tetapi ia tidak terlepas dari cobaan-cobaan iman seperti yang kita alami. Dialah Bunda dukacita, Bunda kaum beriman, Bunda kita semua. Kini Bunda Maria telah diangkat ke Surga dengan jiwa dan raganya. Ia ikut serta secara istimewa dalam kejayaan Kristus atas maut, kebencian dan ketakutan. Kidung Maria yang akan kita dengar dalam Sabda Tuhan hari ini, merupakan madah sukacita, di mana kebencian dikalahkan oleh cinta kasih, dimana Tuhan mau mengagungkan kaum kecil dan papa, dan di mana Tuhan menunjukkan belas kasih-Nya sepanjang masa.

Saudari-saudara terkasih, kehadiran Bunda Maria di dunia dan keterkaitannya dalam sejarah keselamatan tak terlepas dari penyelenggaraan ilahi. Semua sudah direncanakan dan dipersiapkan oleh Allah. Maka dari itu kita bisa mengerti jika untuk melahirkan Yesus, Bunda Maria disucikan dan dikandung tanpa noda dosa. Kita patut bersyukur karena diberi teladan iman Bunda Maria yang taat, tekun, rendah hati dan setia dalam menjalani panggilan Tuhan.

Marilah kita meneladan iman Bunda Maria dalam hidup kita masing-masing dan selalu mohon doa serta tuntunan Bunda Maria agar kitapun dimampukan untuk menjalani panggilan hidup kita seturut teladan Bunda. Bunda Maria doakanlah kami selalu anak-anakmu ini.

Penulis : Rm. Antara, Pr

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments