Maria dan Yosep, Profil Beriman

Sering kita mendengar bahwa Maria Bunda Kaum Beriman dan Santo Yosep Pelindung Kaum Pekerja, tetapi pada kesempatan ini mari kita mulai mencoba mengenal kedua tokoh sekerja Yesus dalam Karya Penyelamatan Umat Manusia.

1. Allah Menyapa dan Maria Menanggapi
“Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu ”ECCE ANCILLA DOMINI FIAT MIHI SECUNDUM VERBUM TUUM” (Luk 1:38). Itulah tanggapan Maria atas kehendak Allah yang disampaikan oleh malaikat Gabriel dengan penuh ketaatan iman yang sempurna. Maria mengucapkan fiatnya penuh kesadaran akan resiko yang harus ia tanggung apabila ia mengandung padahal ia belum bersuami. (Luk 1:26-38) Dengan demikian tepatlah yang dikatakan St. Ireneus “Ikatan yang disebabkan oleh ketidaktaatan Hawa telah diuraikan oleh ketaatan Maria: apa yang diikat oleh Hawa karena tidak percaya, telah dilepaskan oleh perawan Maria karena imannya (lih. Konstitusi Dogmatis Tentang Gereja/Lumen Gentium 56, kami singkat KDG/LG) Mengapa Maria mampu menyatakan fiatnya itu? Karena Maria mempunyai relasi istimewa dengan Tuhan menjadikan Maria: rendah hati, setia dan taat, maka ia menyerahkan free will/kehendak bebasnya menjadi kehendak-Nya. Seluruh hidup Maria: tergantung pada Tuhan! Maria yakin: Allah itu bagi kita tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti (Mzm 46:1). Fiat Maria itu sangat pararel dengan : Ul 6:4: Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! (Mendengar dalam kata Ibrani Syama atau Syema, yang berarti pikiran yang menyerah dan tunduk kepada kekuasaan yang berbicara). Maria siap melaksanakan apa yang diperintahkan Tuhan kepadanya. Hati, budi, pikiran dan tindakkan terarah penuh kepada-Nya.

2. Persatuan Maria dan Yesus
Konsili Vatikan II dalam dokumen KDG/LG art. 57 menjelaskan sebagai berikut: Adapun persatuan Bunda dengan Puteranya dalam karya penyelamatan itu terungkap sejak saat Kristus dikandung oleh Santa Perawan hingga wafat-Nya.
1) Ketika Maria mengunjuni Elisabeth - Beberapa waktu kemudian Maria ke sebuah kota di Yehuda dan masuk ke rumah Zakaria dan Elisabet, Maria memberi salam dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, maka melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu beseru dengan suara nyaring “ Diberkatilah engkau ... dan diberkatilah buah rahimmu, Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? ( bdk Luk 1:41-45)
2) Ketika Yesus Lahir - kelahiran Yesus, dimana Bunda Allah penuh kegembiraan menunjukkan kepada para gembala dan para majus, Puteranya
3) Ketika Maria menjadi Mater Doloraosa - Bunda Kedukaan adalah gelar yang diberikan kepada Bunda Maria yang dengan setia mendampingi Puteranya melaksanakan Karya Keselamatan Umat Manusia:
a) Kedukaan sewaktu Simeon meramalkan apa yang terjadi atas diri Yesus, Anaknya sewaktu ia bersama Yosep mempersembahkan Yesus di bait Allah. (Luk 2:34-35)
b) Kedukaan yang dialaminya sewaktu pengungsian ke Mesir. (Mat 2:13.16)
c) Kedukaan sewaktu ia bersama Yosep mencari Yesus di Yerusalem. (Luk 2:43-45)
d) Kedukaan sewaktu bertemu Yesus
di jalan salib (Perhentian ke 4 Doa Jalan Salib)
e) Kedukaan sewaktu Yesus di salib dan wafat. (Yoh 19:25)
f) Kedukaan sewaktu lambung Yesus ditikam dengan tombak dan jenazah Yesus dibaringkan di pangkuannya (Mat 27: 57-59) (Bunda Pieta)
g) Kedukaan sewaktu Yesus dimakamkan. (Yoh 19:40-42)

3. Jalan Salib – In Cruce Salus
Tuhan tidak pernah menjanjikan kehidupan ini mulus-mulus, tanpa penderitaan, bahkan syarat menjadi murid Yesus antara lain “Sangkuli”: Sangkal Diri. Pikul Salib, Ikuti Aku setiap hari (Mat 16:24; Mrk 8:34; Luk 9:23). Setiap manusia mengalami salib kehidupan. Salib yang dirangkul dengan penuh ketaatan dan penyerahan diri mengatar kita kepada kesadaran akan In Cruce Salus. Dalam salib ada kemenangan. Dalam salib ada kebahagiaan. Salah satu kunci menemukan kebahagiaan dalam salib adalah totalitas ketaatan dan penyerahan diri kepada Tuhan.

4. Pengaruh Doktrin Maria kepada kita umat Katolik
i) Fiat Maria dan kekudusannya adalah
teladan bagi kita
ii) Bunda Maria, bunda Yesus, Bunda Gereja dan bunda kita juga
iii) Maria Perawan dan Bunda menjadi Bunda Pengantara
Per Mariam Ad Yesum
iv) Dogma Maria Diangkat Ke Surga Sangat Inspirative Akan Kehidupan Kelak. Engkau yang dikandung dengan tanpa noda ya Bunda Maria, doakanlah kami yang berlindung kepadamu. Amin

5. Bapa Suci Paus Fransiskus, dalam refleksinya membuahkan 7 profiles Bapa Yosep seorang bapa/kepala keluarga (suami Maria dan ayah Yesus) yang :
1) Penuh cinta kasih. Ia tidak banyak bicara namun mendedikasikan status dan hidupnya demi Keluarga Kudus. Seluruh hidupnya untuk melayani Tuhan.
2)
Lembut dan penuh cinta. Ia membesarkan dan mendidik Yesus yang tumbuh penuh kebijaksanaan. Sebagai ayah ia melindungi istri dan anaknya dengan penuh kasih dan kehangatan.
3)
Taat sepenuhnya pada kehendak Tuhan. Sebagaimana dilukiskan dalam injil Matius tentang 4 (empat) mimpi Yosep yang ditandai sikap taatnya pada kehendak Allah.
(1) Ketika ia mengetahui bahwa Maria tunangannya telah mengandung dari Roh Kudus, Yosep “tidak mau mencemarkan nama Maria di muka umum” (Mat 1: 19). Ia taat menjalankan kata-kata Malaikat dalam mimpinya: “Janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang dikandungnya adalah dari Roh Kudus” (Mat1: 20). Yosep bangun dan melakukan apa yang dikatakan Malaikat itu (Mat1: 24).
(2) Yosep taat pada perintah Tuhan untuk mengungsikan anaknya ke Mesir karena ancaman Herodes (Mat 2: 13-15);
(3) Kembali dari Mesir ke tanah Israel (Mat 2: 19-20); dan
(4) Mengungsi ke Galilea untuk menetap di kota Nazaret (Mat 2: 22-23)
4)
Tulus iklas menerima, penuh hormat, peka/sensitip serta berpikir logis.
(1) Ia menerima Maria yang sudah mengandung dari Roh Kudus dengan tulus hati.
(2) Ia percaya pada kata-kata Malaikat Tuhan.
(3) Ia figur seorang pria yang menghormati perempuan. Ia tak mau mempermalukan Maria, setelah ia berpikir dengan logika dan kepekaan hati
(4) Yusuf memberi teladan bagi kita untuk melawan kekerasan bagi  perempuan & anak

5. Pemberani dan kreatif.
(1) Yusuf tidak lari dari kesulitan sekalipun dalam situasi yang sangat sulit,
(2) Yusuf berani lebih memilih tindak an berdasarkan “suara hati“ yang bukan menurut pilihannya sendiri
(3) Dalam situasi dilematis ia menjadi ‘mukjizat’ bagi keselamatan Maria dan anak Yesus. — Ketika tidak ada tempat bagi Maria di Betlehem, Yosep menyediakan palungan yang nyaman.— Ketika harus mengungsi dari ancaman Herodes, ia tegar melindungi dan menyelamatkan keluarganya. Ia percaya tangan Tuhan.

6. Pekerja yang tangguh dan penuh tanggung jawab
(1) Yosep adalah seorang tukang kayu. Ia bekerja keras menghidupi Keluarga Kudus.
(2) Ia adalah pelindung para pekerja. Paus Leo XIII dalam Ensiklik Rerum Novarum merefleksikan peran Yosep sebagai pekerja.
(3) Yesus belajar bekerja dan melayani dari sang ayah, Yosep. Di Tahun Santo Yosep ini kita patut berdoa dan menghormati para pekerja yang mendedikasikan hidupnya bagi umat manusia.

7. Bapa tersembunyi (a father in the shadows).
(1) Figur Yosep sebenarnya menampilkan sifat Allah Bapa sendiri yang selalu mengasihi Anak-Nya
(2) Relasi Yesus dan Yosep adalah bayangan dari relasi Yesus dengan Bapa-Nya di surga.
(3) Yosep adalah figur penyertaan Bapa dalam seluruh hidup Yesus Putra-Nya di dunia.

6. Bagi Paus Fransiskus, orang menjadi ayah bukan hanya karena status menikah dan memiliki anak. Semua orang menjadi ayah ketika memberikan hidupnya demi hidup orang lain. Dan Yosep, kita belajar mengasihi dan melindungi anak-anak dengan hati seorang ayah. Dengan cara itu kita menjadi tanda kehadiran Bapa di sorga “yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar” (Mat 5: 45).

Shalom dan Berkah Dalem

Penulis : Aloysius Haryan

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa

- Maria, Profile Beriman : Dari berbagai sumber : Alkitab, KV II, Tradisi Suci dan lain-lain
- St Yosep, Profile Beriman : bersumber dari Surat Apostolik Paus Fransiskus “Patris Corde” (PC) “Dengan Hati Seorang Bapa"

 


Post Terkait

Comments