Salam Teresa!!
Ibu/Bapak, Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus, berjumpa kembali dalam Renungan Utama Warta Teresa. Minggu ini kita memasuki Minggu Prapaskah yang Pertama. Masa Prapaskah ini adalah rahmat Tuhan bagi kita karena kita diberi kesempatan untuk semakin dekat dengan Tuhan melalui Doa, Puasa dan Derma sebagai wujud konkret pertobatan kita.
Dalam Minggu Prapaskah Pertama ini ada sebuah pertanyaan yg perlu kita jawab "Apa yang membuat seseorang rela melakukan apa saja demi orang, sesuatu atau pun apa saja yg dicintainya?" Misalnya; seorang ibu rela bekerja sebagai kuli pembawa batu dipekerjaan pembuatan jalan, padahal ia seorang perempuan? Ya, karena keyakinan akan cintanya kepada anak dan keluarganya. Seorang mahasiswa belajar dinegeri yang jauh, meninggalkan ortunya yang sudah sakit-sakitan? Ya, karena keyakinan akan cita-citanya untuk meraih masa depan yang gemilang. Singkatnya, betapa pentingnya keya- kinan akan mau melakukan segalanya.
Dalam Bacaan pertama dan kedua hari ini menyampaikan kepada kita keyakian iman, itulah pengakuan iman. Kitab Ulangan menyatakan pengakuan iman Perjanjian Lama, yang intinya, hanya karena Tuhan Allah sajalah kami yang tadinya kelompok kecil, dari seorang Bapa yang tidak mempunyai tanah, akhirnya menjadi bangsa besar dengan tanah terjanji yang berlimpah susu dan madunya. Bacaan kedua juga menyatakan pengakuan iman Kristen akan Tuhan Yesus Kristus yang menganuge- rahkan keselamatan dan persaudaraan diantara kita semua. Pengakuan iman ini mengalir pada sumber yang sama anugerah iman dari Tuhan Allah sendiri.
Sedangkan dalam Bacaan Injil, Tuhan Yesus Kristus mengalahkan pencobaan dan ini sekaligus pewartaan bahwa Tuhan sebenarnya telah mengalahkan segala pencobaan dan kesulitan yang sekarang masih selalu kita hadapi.
Saudari/a yang terkasih, bagaimana dengan pengalaman hidup kita? Kita seringkali menyertakan Yesus dalam perjuangan hidup kita sehari hari, namun pengakuan iman kita ketika kita mengalami masalah dan tan- tangan-tantangan dalam hidup, kita malah lari ke”orang pandai”, kita lari ke penghiburan yang kurang sehat. Kita sering lupa untuk lari pertama-tama kepada Tuhan Yesus, kepada Tuhan yang hadir dalam Ekaristi di Tabernakel atau di kapel Adorasi.
Saudari/a yang terkasih, mari kita meneladan Tuhan Yesus yang taat, setia dan berpegang teguh dalam iman kepada Allah Bapa ketika menghadapi godaan-godaan dan tan- tangan-tantangan dalam hidup kita, karena "kita tidak hanya hidup dari roti saja, tapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." Selamat Memasuki Masa Prapaskah, Retret Agung kita bersamaNya! Tuhan memberkati.
Sumber: Rm. Antara, Pr
Sumber gambar: Dokumen Pribadi Warta Teresa