Lepas Bebas

Ibu, bapak, saudari, dan saudara terkasih dalam Kristus, pada minggu ini, kita memasuki Hari Minggu Biasa XIII Tahun A. Menjadi murid berarti harus siap dengan segala konsekuensi yang mengikutinya. Konsekuensi sebagai murid itulah yang ditegaskan oleh Tuhan Yesus dalam Bacaan Injil minggu ini (Mat 10:37-42). Konsekuensi yang dimaksud adalah keberanian untuk mencabut diri dari segala kelekatan: harta dunia, keluarga, kawan, ketenaran, dan lainnya. Berbagai kelekatan itu bisa disebut sebagai “nyawa kita”. Keberanian untuk melepas kelekatan diri kita disebut sikap “lepas bebas”. Melalui sikap lepas bebas, seseorang akan mendapatkan hidup baru di dalam Kristus yang membebaskan jiwa seseorang seutuhnya.

Sikap lepas bebas didasarkan pada pengosongan diri Tuhan kita yang rela lahir hingga sengsara dan wafat untuk diri kita. Selain itu, sikap lepas bebas juga didasarkan pada hakikat baptisan kita. Rasul Paulus dalam Bacaan Kedua (Rm 6:3–4,8-11) mengingatkan bahwa dengan baptisan seluruh diri kita dilahirkan secara baru dalam Kristus. Paulus memberi kesaksian bahwa oleh pembaptisan kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia dalam wafat Tuhan kita. Dengan kata lain, Paulus mengajak kita yang telah dikuburkan berkat wafat-Nya dan pembaptisan berani pula untuk menguburkan “diri kita”, yakni kelekatan-kelekatan yang bisa menjauhkan diri kita dari Tuhan.

Setiap pilihan pasti membawa konsekuensi. Kalau kita sudah memilih untuk mengimani Kristus, kita harus mengasihi-Nya melebihi segala sesuatu. Kristus harus selalu menjadi yang utama dan pertama dalam hidup kita. Sarana-sarana lainnya di atas permukaan bumi, seperti keluarga, kawan, harta dunia, ketenaran, dan sebagainya, ada untuk menolong kita dalam memuji, menghormati serta mengabdi Tuhan. Kalau sarana-sarana itu ada yang justru merintangi relasi dan pengabdian kepada Tuhan, kita harus berani dan rela melepaskannya.

Selain membawa konsekuensi, pilihan juga menuntut komitmen. Artinya, kita harus berpegang teguh pada pilihan iman kita dalam keadaan apapun. Kita bersedia menanggung resiko dan konsekuensi atas sikap lepas bebas kita tanpa mengeluh, dan menjalaninya dengan penuh rasa syukur sebagai bagian dari kehidupan yang terus berproses. Itulah yang disebut dengan keberanian memikul salib.

Selamat hari Minggu. Selamat berakhir pekan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Penulis : Rm. Vinsensius Rosihan Arifin, Pr.

Gambar : Dokuemntasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments