Lakukan Hal Kecil dengan Cinta yang Besar

Ziarah Virtual calon baptis dan komuni pertama ke Gereja Katedral dan Museum Katedral Jakarta
“Tidak semua orang dapat melakukan hal yang besar namun setiap orang dapat melakukan hal kecil dengan cinta yang besar”, merupakan salah satu ayat emas dari orang kudus kita, Santa Teresa Kalkuta. Semangat itulah yang ada dalam diri para calon baptis dan komuni pertama Paroki Cikarang di hari Minggu, 6 Februari 2022.

Meskipun kegiatannya dilaksanakan secara virtual alias daring, kunjungan ke Gereja Katedral Jakarta dan Museum Katedral Jakarta memang menjadi ‘hal kecil’ tetapi dengan semangat dan cinta yang besar untuk mengenal dan mengetahui lebih perjuangan dan pengorbanan para martir yang telah menjadi perintis berdirinya Gereja dan misi kekatolikan di wilayah Batavia kala itu.

Informasi dan pengetahuan ‘kecil’ tentang Gereja Katedral semoga menjadi ‘empat sehat lima sempurna’ bagi para calon baptis dan komuni pertama untuk semakin siap menjadi bagian dari Gereja lokal KAJ di Paroki Cikarang, Gereja Santa Teresa Kalkuta. Pengetahuan tentang Gereja Katolik di KAJ dalam sejarahnya sejak awal mula menjadi pelengkap semua materi pembelajaran selama ini. Pengenalan lebih tentang KAJ menjadi pondasi kuat bagi para ‘kawula muda’ katolik untuk menjadi penerus saksi iman kepada Kristus di tengah kompleksitas kehidupan masyarakat modern, tepatnya di wilayah masyarakat Cikarang, melalui tindakan dan kesaksian hidup yang biasa-biasa, alias sederhana dan kecil, teristimewa kepada masyarakat luas.

Para calon baptis dan komuni pertama semakin percaya bahwa sumber dan kekuatan hidup bukan berasal dari manusia tetapi datang dari Tuhan sendiri yang selalu setia menuntun gereja melewati masa-masa penuh tantangan, seperti pandemi COVID-19 yang masih melanda masyarakt luas. “Gereja itu adalah kita-kita, terutama para generasi penerus yakni temanteman katekumen yang sudah menjadi calon baptis dan calon komuni pertama”, demikian kata ibu Susyana Suwadie .

Nafas untuk melayani “Saya sangat mengagumi kerendahan hati dari Bunda Teresa”, demikian
diakui Ibu Susyana. Nama lengkapnya adalah Alexandra Susyana Suwadie, mulai mengawali tugas pelayanan di Tahun 2001 bersama teman-teman yang tergabung dalam Koor Paroki Katedral, Maria Assumptae. Kekagumannya kepada Bunda Teresa membawanya untuk melakukan apa saja yang baik, meski kecil sekalipun untuk orang banyak. Semboyan, “Lakukanlah hal kecil dengan cinta yang besar” menyentuh hati saya dan memberikan juga
kepada saya nafas untuk melayani”, tandasnya.

Karya pelayanan kepada Tuhan menjadi pilihan ibu Susyana untuk bergabung dalam tim renovasi di Tahun 2009 untuk mulai memperbaiki Aula Katedral, toilet Gereja, dan lain sebagainya, termasuk aneka fasilitas bersama untuk keperluan keumatan ketika beribadah atau yang berkunjung di Gereja Katedral. ‘Karya-karya kecil’ dengan cinta yang besar mendorong Ibu Alexandra tidak menolak ketika sejak tahun 2010 sampai saat ini diminta kerelaannya (kerja tanpa dibayar) untuk menangani beberapa bidang sekaligus seperti Penyiar/Host Oase Rohani Katolik-Komsos KAJ, Humas Gereja Katedral, Humas KAJ, dan secara khusus menjadi Kepala Museum Katedral.

Dengan pengetahuan tentang sejarah Gereja Katolik di Batavia, maka Ibu Susyana, anggota umat di Wilayah Ignatius de Loyola, Lingkungan Robertus Bellarminus, Paroki Katedral Jakarta, bertugas untuk mendampingi Bapa Uskup atau Pastor Paroki Katedral untuk menerima kunjungan para pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, kelompok lintas agama baik dari dalam amupun luar negeri, serta para pejabat dari luar negeri.

“Tak kenal maka tak sayang”, demikian Ibu Susyana Suwadie mengajak para pengunjung, termasuk kelompok calon baptis dan komuni pertama Paroki Cikarang untuk mengenal napak tilas para pendahulu dan perintis iman sebagai pengikut Kristus dalam Gereja Katolik di Batavia dan hari ini dikenal sebagai Gereja Katedral Jakarta karena disana ada Kursi Uskup untuk KAJ. ‘Darah para martir dan pembawa iman bagi Gereja Katolik Indonesia dan secara khusus untuk Gereja Keuskupan Agung Jakarta, menjadi benih Gereja hari ini, khususnya kaum muda Katolik”, demikian Ibu Alexandra Susyana Suwadie memberi pesan kepada para kelompok ziarah virtual dari Paroki Cikarang, seakan memenuhi pesan Yesus kepada Petrus, “Duc in Altum”, ‘bertolaklah ke tempat yang lebih dalam” seperti yang kita dengar dalam bacaan Injil (Luk.5:1-11) di Hari Minggu, 6 Februari 2022.

Salam sehat dan sukses menjadi penjala manusia melalui perbuatan yang biasa dan kecil, dengan cinta yang besar !

Penulis : Bruno Rumyaru

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments