“Wah, koor-nya bagus,” kata beberapa umat yang mengikuti Misa kedua minggu pagi 30 Juli 2023, pukul 08.00. “Petugas koornya dari lingkungan mana ya?” tanya seorang Bapak kepada Bapak Bambang Sapta Widyatmo. “Kebetulan petugasnya dari Lingkungan saya Pak, Lingkungan Laurentius,” jawab Pak Bambang, tersenyum bangga. (wkwkwkwkwk…) “Wah, luar biasa Pak. Bisa sharing Pak? Apa rahasianya biar koornya bisa bagus begitu, siapa tahu Lingkungan saya bisa ketularan bagus juga, he...he...he…”
“O… boleh… boleh Pak. Jadi koor kami itu koor keluarga Pak, ada anak-anak, remaja, OMK, ibu-ibu dan juga bapakbapak. Pelatihnya ada dua orang, yaitu Ibu Priscillia dan Ibu Gregoria Willa Krisnanti. Selain mereka berdua, tentunya ada juga senior atau master pelatih koor, yaitu Bapak Willybrodus. Tidak hanya mengerahkan umat untuk menyanyi, tetapi mereka juga rutin berlatih sebelum bertugas di gereja.”
Ibu Lia (panggilan akrab Ibu Priscillia), salah satu pelatih koor Laurentius menjelaskan bahwa anggota koornya terdiri dari 24 orang bapak dan ibu, 2 orang anak muda Katolik, 16 orang remaja BIR dan BIA. Mereka mulai berlatih pada pertengahan Juni 2023 hingga malam minggu, 29 Juli 2023 di aula Sekolah Santo Leo. Kesan Ibu Lia dalam melatih koor yaitu merasa suka cita dalam melayani Tuhan, terlebih lagi karena umat Lingkungan Laurentius sangat bersemangat dalam berlatih dan bertugas menyanyi.
Ibu Willa (panggilan akrab Ibu Gregoria Willa Krisnanti) selaku koordinator paduan suara Lingkungan menjelaskan kesannya dalam bertugas lebih banyak suka citanya karena umat Lingkungan Laurentius terkesan guyub, dan dalam bersosialisasi mudah bergaul tanpa melihat perbedaan usia. Saat Latihan koor anggota juga terkesan kompak dan lancar. Lagu-lagu yang baru mereka latih sendiri di rumah, sehingga saat berlatih bersama sudah cukup lancar dalam bernyanyi. Komunikasi antar anggota koor juga lancer karena mereka memiliki group WA paduan suara lingkungan.
Elizabeth Gaviela Michelle, salah satu anak bina iman yang ikut koor Lingkungan Laurentius menceritakan bahwa ia merasa senang bisa ikut melayani Tuhan, bisa masuk TV (Red: CCTV) dan dilihat oleh banyak orang. Ia berharap bisa ikut koor lagi pada tugas Lingkungan yang mendatang.
Sementara Monica Eva Angel, salah satu BIR Laurentius menyampaikan bahwa ia ingin bisa menyanyikan lebih banyak lagu-lagu rohani yang lain. Ia bersemangat untuk ikut koor karena bisa bertemu dengan teman-teman, mengobrol bersama dan menjadi bersemangat.
Ibu Florentina Asih Mulyani, mewakili ibu-ibu koor, menyampaikan kegembiraannya bisa berkumpul dan bersosialisasi dengan teman-teman satu Lingkungan saat berlatih koor. Ibu Asih senang bisa mempelajari lagu-lagu baru. Pada awalnya mempelajari lagu baru memang sulit, tetapi setelah bisa, ia menjadi gembira. Beliau berharap bisa selamanya berpartisipasi dalam paduan suara.
Bagaimana dengan kesan Bapakbapak? Bapak Boantua Simbolon mengikuti koor karena ia senang menyanyi dan juga prihatin karena anggota koor pria kurang, khususnya untuk suara bas. Beliau berharap bapak-bapak yang lain mau memberikan waktunya untuk melayani lingkungan dan Tuhan. Melayani banyak orang membuat kita menjadi bersemangat, gembira dan saling mengenal satu sama lainnya. Bapak Simbolon juga menjelaskan bahwa dulu koor Laurentius hanya menyanyi dengan satu suara saja, tetapi hari itu mereka menyanyi dengan 4 suara (sopran, alto, tenor dan bas). Ini adalah suatu kemajuan yang menggembirakan. Beliau berharap kedepannya koor Laurentius bisa semakin kompak dan semakin banyak anggotanya. Beliau bangga karena bisa berpartisipasi dalam melayani Tuhan dan umat Gereja Cikarang.
Liputan dan Foto : Maria Magdalena Inawati