Kisah Yohanes Pembaptis yang Menginspirasi

Alkisah ada seorang terpelajar yang mencoba untuk mencari pekerjaan di kota. Sesampainya di kota, tidak banyak orang yang menanggapinya. Orang ini sebenarnya pantas untuk bekerja dalam pemerintahan tetapi tidak mempunyai koneksi yang kuat sehingga membuatnya susah mendapatkan posisi yang cocok.

Suatu kali orang ini ke pasar dan menemukan penjual biola dengan harga mahal. Banyak orang kagum dengan  biola ini karena bentuk alat musik tidak umum dan banyak dari mereka penasaran dengan bunyi dari alat musik itu. Orang terpelajar ini kemudian membeli biolanya dan kemudian mengumumkan akan memainkan di pusat kota pada siang di hari yang sama. Pusat kota menjadi penuh, oleh karena orang banyak ingin melihat biola inidimainkan dan mendengar suaranya.

Pada siang hari di waktu yang ditentukan, orang ini tampil dengan membawa biola mahal yang baru dibelinya. Saat semua mata di pusat kota terarah padanya kemudian orang terpelajar ini justru membanting biola sehingga menjadi rusak. Orang banyak kaget atas perbuatan pemuda terpelajar ini. Pemuda terpelajar ini kemudian menjelaskan bahwa ia tidak tahu dan tidak mengerti tentang biola yang telah dibelinya sehingga ia membantingnya.

Tujuan utama dari membeli biola itu adalah untuk menarik perhatian orang banyak. Biola ini dianggap sebagai magnet untuk menarik perhatian sehingga bila berhasil mendapat perhatian maka ia bisa memasarkan dirinya. Tujuan pemuda ini tercapai oleh karena ada penjabat yang ikut hadir di pusat kota kemudian tertarik untuk mempekerjakan pemuda ini.

Hubungan dari kisah pemuda ini dengan Yohanes Pembaptis yaitu keduanya menggunakan akal mereka untuk menarik perhatian banyak orang. Banyak orang tertarik dengan ajaran Yohanes Pembaptis bahkan mengiranya sebagai Mesias yang dijanjikan. Pembedaan dari kisah ini adalah pemuda terpelajar memanfaatkan biola sebagai pijakan untuk menarik perhatian sementara Yohanes Pembaptis merujuk pada pribadi yang akan memainkan biola itu.

Yohanes Pembaptis tidak memanfaatkan panggung atau perhatian dari orang banyak untuk kepentingan dirinya, melainkan sebagai pembuka jalan untuk pribadi yang lebih agung darinya. Yohanes menjawab dan berkata kepada semua orang itu: “Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia yang lebih berkuasa dari padaku akan datang dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus dan dengan api. (TB Luk 3:16).

Suster, bruder, ibu, bapak, dan saudara terkasih. Permenungan yang bisa kita dapatkan dari kisah Yohanes Pembaptis adalah pribadi yang tekun untuk mewartakan keselamatan. Banyak orang datang kepada Yohanes Pembaptis karena kagum akan gaya hidupnya yang sederhana dan perkataannya layaknya seorang nabi. Kekaguman banyak orang disadari oleh Yohanes dan bisa membuatnya besar kepala.

Hal yang dilakukan Yohanes Pembaptis malah merendahkan diri karena sadar bahwa ia sebagai pembuka jalan bagi Mesias. Momentum mendapat pengakuan dari orang banyak tidak dimanfaatkan untuk kemuliaan namanya. Permenungan untuk kita yang bisa tergoda untuk mengejar nama baik sehingga lupa daratan atau sombong.

Bisa juga kita tergoda untuk membanggakan pencapaian kita dan menghalalkan segala cara untuk mengejar tujuan atau ambisi kita. Pembelajaran karakter Yohanes Pembaptis untuk tekun dalam mewartakan dan menyiapkan Tuhan bisa kita lakukan selama kita sadar dan menyerahkan pekerjaaan dalam tangan Tuhan.

Bila pada saat ini, pekerjaan kita dianggap berhasil maka kita persembahkan untuk Tuhan dan begitu pula sebaliknya. Teladan Yohanes Pembaptis untuk berserah sepenuhnya pada Allah menegaskan kembali bahwa hidup kita sebagai pemberian dari Allah yang kita persembahkan lagi kepadanya melalui perbuatan, pikiran, dan perkataan kita. Tuhan memberkati!

Penulis : Rm. Camellus, Pr

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments