Kisah Cinta di Tengah Pandemi Lingkungan Gembala Baik

Kondisi pandemi COVID-19 saat ini kian memprihatinkan. Setiap hari, terjadi kenaikan kasus dengan jumlah yang cukup signifikan, terutama di Kabupaten Bekasi. Kondisi ini pun turut berdampak kepada umat di Lingkungan Gembala Baik.

Pada pertengahan bulan Juni lalu, tercatat ada sejumlah 8 orang umat Lingkungan Gembala Baik yang terkonfirmasi positif COVID-19. Sementara di bulan Juli ini, menyusul sejumlah 3 umat yang juga terpapar. Situasi ini menggerakkan rasa solidaritas dan kepedulian dari seluruh umat Lingkungan Gembala Baik.

Pengurus Lingkungan Gembala Baik menggalang aksi solidaritas dari umat, oleh umat, dan untuk umat, yang diberi nama “Gerak Cepat.” Umat lingkungan secara bergiliran, membantu menyiapkan makanan matang bagi keluarga yang melakukan isolasi mandiri. Selain itu, bantuan dana dan bahan sembako, seperti beras, minyak, gula, mie instan, buah-buahan, lauk pauk, dll, segera disalurkan kepada keluarga yang terpapar. Tidak hanya bantuan material, umat pun turut memberikan dukungan moral dengan berdoa bersama melalui aplikasi Zoom setiap sore pukul 18.00-19.00.

Dalam doa Rosario Pembebasan tersebut, umat secara khusus berdoa mohon kesembuhan saudara-saudari yang terpapar, khususnya umat lingkungan Gembala Baik. Puji Tuhan, saat ini umat lingkungan Gembala Baik yang kemarin terpapar, telah sembuh dan sebagian besar telah mulai beraktifitas kembali, meskipun satu orang masih pada tahap pemulihan.

Beberapa hal positif yang tumbuh dalam keluarga lingkungan Gembala Baik, pada situasi pandemi ini :

Adanya keterbukaan : dimana umat yang awalnya menutup diri setelah mengetahui dirinya/keluarganya terpapar, menjadi terbuka dan mau menyampaikan kondisinya kepada anggota keluarga Lingkungan Gembala baik. Di lain pihak, semua anggota keluarga Lingkungan Gembala Baik tidak menjauhi mereka, tetapi justru memberi dukungan dengan berbagai cara. Mungkin hal ini yang membuat saudara yang terpapar tetap memiliki semangat dan sukacita, tidak merasa sendiri, karena ada banyak saudara yang memperhatikan, sehingga mempercepat pemulihannya

Munculnya semangat peduli/berbagi : Meskipun umat di lingkungan Gembala Baik sebagian besar hanyalah karyawan biasa, mempunyai ekonomi yang paspasan, tetapi rasa sebagai satu keluarga, mendorong hati untuk peduli dan berbuat sesuatu.

Tumbuh kebiasaan baru : Menyadari diri sebagai manusia lemah dan miskin, kami sandarkan harapan dan rasa takut kami hanya kepada Allah. Sehingga setiap pukul 18.00 kami berkumpul bersama secara daring, untuk saling menguatkan, bersatu dalam doa Rosario Pembebasan, memohon kesembuhan bagi saudara/i kami yang terpapar COVID-19.

Pada akhirnya, semoga seluruh umat Paroki Cikarang senantiasa dijauhkan dari bahaya pandemi COVID-19, dan bagi yang sakit, kiranya Tuhan menganugerahkan kesembuhan dan kesehatan. Mari kita tingkatkan semangat solidaritas dan kepedulian kita kepada sesama di tengah pandemi ini, sebagai wujud aksi nyata kita melaksanakan tema tahun Refleksi KAJ 2021: semakin mengasihi, semakin terlibat, dan semakin menjadi berkat bagi sesama dan seluruh alam ciptaan.

Ikuti terus update informasi mengenai kegiatan-kegiatan di Lingkungan Gembala Baik melalui akun Instagram kami @ling_gb.pcgit dan juga melalui akun Facebook @Lgb Cikarang.

Si Asep makan ikan tuna,
ikan tuna dimasak rica-rica,

Mari kita lawan virus Corona,
Gencarkan 5M & giatkan berdoa.

Pergi ke Blora beli kayu jati,
Salam sehat, Tuhan memberkati

Liputan dan Foto : Tim Lingkungan Gembala Baik


Post Terkait

Comments