Kerja dan Masa Pemulihan Umat Beriman dalam Masyarakat Cerdas 5.0

Kerja merupakan kegiatan yang dilakukan setiap orang. Motivasi kerja bisa bermacam-macam; meskipun demikian, orang bekerja utamanya dikarenakan untuk mencukupi keperluan dan kebutuhan hidupnya seharihari. Karena harus mencukupi kebutuhan dasar: makan, rumah, pakaian dan pendidikan anak-anaknya, maka seorang ayah bekerja keras membanting tulang dari pagi sampai malam. Demikian pula seorang ibu dalam keluarga tidak bisa tinggal diam, tetapi ikut serta memutar otak dan berusaha menciptakan kerja tambahan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Melaksanakan kewajiban dan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan keluarga memang harus dilakukan. Mau tidak mau orangtua dalam keluarga harus kerja keras untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

Kerja menjadi tindakan iman ketika kita menghubungkannya dengan pengalaman iman dan kesadaran akan Tuhan. Mengenai kerja tersebut, Santo Paulus dalam suratnya kepada umat di Tesalonika memberikan pesan: “Dan  anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu” (1 Tes 4:11). Merefleksikan makna dan spiritualitas kerja sebagaimana pesan Santo Paulus diatas penting sekali bagi kita umat beriman dan keluargakeluarga agar menyongsong jaman baru masyarakat 5.0 yang menerobos pengalaman pandemi dan memanfaatkan revolusi industri 4.0.

Pengalaman pandemi COVID-19 membuat umat beriman makin menemukan jati diri dan martabat hidupnya yang pada saat yang sama juga harus bergulat dengan sinergi peradaban manusia dan teknologi digital. Keluarga-keluarga dan umat beriman dipanggil untuk menjadi masyarakat cerdas membangun tata nilai baru sejarah keselamatan dengan memanfaatkan teknologi, kecerdasan buatan robot melalui ruang nyata dan virtual bagi peningkatan kualitas hidup manusia, martabat manusia dan solusi atas masalah-masalah hidup manusia.

Oleh karena itu, perintah baru dalam perikop Injil Yoh 13:31-35 memiliki jangkauan kerja pelaksanaan yang semakin meluas. Perintah untuk saling mengasihi menjadi karakter umat beriman dan keluarga-keluarga katolik. Ketidakpastian dan kepedihan akibat pandemik dan revolusi industri 4.0 mulai berakhir dan umat beriman beserta keluarga-keluarga Katolik bergerak menuju sejarah keselamatan baru masa pemulihan.

Kerja, utamanya untuk keluarga dan pelayanan-pelayanan kasih, akan menuntun keluarga-keluarga Katolik dan umat beriman semakin dikenal sebagai murid-murid Tuhan (Bdk.13:35). Jaman baru masa pemulihan dalam masyarakat cerdas 5.0 memberikan ruang cukup keluarga-keluarga Katolik dan umat beriman untuk berinovasi melaksanakan perintah baru saling mengasihi, serta untuk membangun kreativitas pelayanan pastoral yang menawarkan solusi atas persoalanpersoalan hidup bersama dengan menggunakan sinergi peradapan baru manusia dan perangkat-perangkat teknologi.

Penulis : Anastasia Bintari Kusumastuti

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments