Saudara-saudari yang dikasihi oleh Tuhan.
Pada hari Minggu pertama sesudah Natal, Gereja merayakan pesta keluarga Kudus - Yesus Maria, Yusuf. Perayaan ini mengajak kita untuk menyadari bahwa hidup berkeluarga merupakan panggilan yang mulia dan luhur dari Tuhan. Keluarga dipanggil dan dipilih oleh Allah untuk mengambil bagian dalam karya penciptaan-Nya. Setiap orang yang lahir ke dunia melalui sebuah keluarga. Demikian juga dengan Tuhan kita. Yesus lahir dalam sebuah keluarga, tumbuh dalam asuhan keluarga. Pesta keluarga kudus mengingatkan serta memperlihatkan kepada kita bahwa Tuhan begitu amat baik, Dia rela menjelma menjadi manusia dan tinggal diantara kita. Dia masuk dalam sebuah keluarga manusia dengan Daud dan Abraham sebagai nenek moyang-Nya, Maria dan Yusuf sebagai orangtuaNya. Kerelaan Allah menjadi manusia ini merupakan wujud kasih dan solidaritas yang sangat mendalam.
Saudara-saudari yang terkasih, kitab Sirakh menekankan hormat kita pada orang tua, “barang siapa menghormati bapanya memulihkan dosa dan barang siapa memuliakan ibunya serupa dengan orang yang mengumpulkan harta”. Paulus dalam bacaan kedua menasihati umat di kolose agar mereka hidup saling mengasihi, mengampuni, hidup berdamai dan bersyukur. Keluarga yang demikian akan memancarkan sinar kekudusan. Keluarga Nazaret di katakan sebagai keluarga Kudus bukan semata-mata hanya karena sang Ilahi (Yesus) lahir dalam keluarga tersebut tetapi juga karena keluarga ini hidup dalam kasih dan ketaatan akan Allah. Hal ini dapat kita lihat bagaimana Maria sang ibu dan Yusuf sang ayah yang mengasuh Yesus secara total percaya akan kehendak Allah. Maria dan Yusuf tulus dan setia menjalankan kehendak Allah. Dalam asuhan Maria dan Yusuf, kanak-kanak Yesus bertumbuh dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan manusiawi. Penginjil Lukas dalam bacaan hari ini mengatakan, “Anak itu bertumbuh besar dan menjadi kuat, penuh hikmat dan kasih karunia Allah ada pada-Nya”.
Saudara-saudariku yang terkasih, Keluarga merupakan tempat pertama dan utama seorang anak untuk bertumbuh dan berkembang. Didalam keluarga, anak belajar berbicara, bersikap dan bertindak. Keluarga juga menjadi Gereja kecil tempat anak untuk bertumbuh dan berkembang dalam iman. Di dalam keluarga, anak mengenal Tuhan, kitab suci, bagaimana berdoa dan cara hidup orang beriman. Keluarga memegang peran penting dalam tumbuh kembang anak baik karakter maupun iman karena dalam keluargalah anak mendapatkan sentuhan pertama untuk membentuk dirinya dan kepribadinya. Keluarga menjadi cerminan anak sebelum ia bersosialisasi dan berelasi dengan lingkungan luar.
Saudara-saudariku, marilah kita bercermin dari keluarga Yesus, Maria dan Yusuf untuk membangun keluarga yang kudus marilah kita semakin meningkatkan relasi yang erat dan intim dengan Tuhan, kita jadikan Tuhan sebagai pusat dan yang utama dalam hidup kita! Marilah kita ciptakan suasana kasih dan semangat rela berkorban dalam keluarga kita; kita hindari sikap saling menyalahkan, mudah emosi dan marah! Marilah kita berusaha sungguh-sungguh dan bertanggung jawab dalam mendidik anak karena anak adalah anugerah Tuhan sekaligus masa depan bagi kita yang harus kita asuh dan kita didik dengan baik supaya berkembang secara integral, baik imannya, intelektualnya, moralnya maupun kehidupan sosialnya.
Marilah kita bangun keluarga bukan dengan kekuasaan dan kekuatan melainkan dengan daya kebaikan dan kesetiaan. Bukan atas kekuatan kekayaan dan harta benda melainkan dengan kejujuran, ketulusan dan kesediaan untuk menghormati dan mengasihi. Marilah dalam merayakan Pesta Keluarga Kudus di Nazaret ini, kita menjadikan Maria dan Yusuf sebagai teladan bagi kita dalam hidup bersama di dalam keluarga.
Penulis : Sr Maria Septa, SFMA
Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa