Umat Paroki Cikarang memiliki patron pelindung Santa Teresa dari Kalkuta, sehingga spiritualitas dan semangat beliau dihayati di dalam kesaksian, kerasulan dan pelayanannya. Santa Teresa dari Kalkuta mewariskan pesan sangat berharga mengenai pentingnya orang tua dan keluarga menyebarluaskan pesan kasih dan belas kasih Tuhan kepada seluruh anggota keluarga maupun masyarakat sekitar (Bdk. "Sejarah Hidup dan Kanonisasi Ibu Teresa." Paroki Cikarang.). Melalui iman kepercayaan keluargakeluarga katolik yang kuat dan tangguh, dunia bisa menjadi tempat yang lebih baik. Sedikit demi sedikit, tetes demi tetes, pelan-pelan semangat dan spiritualitas Santa Teresa dari Kalkuta terus menerus diusahakan dan dipraktikkan dalam keluarga. Keluarga-keluarga Katolik Paroki Cikarang, oleh karenanya, terpanggil untuk terus membudayakan diri menjalani dan mempraktikan sikap iman dan semangat sebagaimana diteladankan dalam semangat Santa Teresa dari Kalkuta. Dengan itu, diharapkan keluarga-keluarga katolik menjadi lentera hidup semua anggota keluarga dan masyarakat sekitarnya.
Berikut adalah beberapa cara bagaimana orang tua dan keluarga melanjutkan semangat Santa Teresa dari Kalkuta sebagai kebiasaan beriman dalam keluarga menjadi lentera hidup bagi seluruh anggota keluarga dan masyarakat sekitar.
Pertama, kebiasaan orangtua dan keluarga memperhatikan kebutuhan anggota keluarga. Ketika seluruh anggota keluarga memperhatikan kebutuhan satu sama lain, maka individu-individu beriman dalam keluarga sedang menunjukkan satu sama lain bahwa mereka masing-masing adalah indah dan unik, yang layak untuk dicintai dan diinginkan kehadirannya. Rasa tidak diinginkan kehadirannya akan membuat kesepian dan keterpurukan jiwa individu beriman yang meninggalkan luka-luka batin. Dalam konteks yang lebih luas, Santa Teresa dari Kalkuta memberi pesan: “Cara kamu membantu menyembuhkan dunia adalah bahwa mulai dengan keluargamu sendiri” (Bdk. 10 Most Beautiful Mother Teresa Quotes on the Family. coraevans.com). Oleh karena itu, perhatian akan kebutuhan satu sama lain dan kebiasaan saling mendoakan dalam keluarga akan menghadirkan kasih Tuhan di hati dan menjadi pengalaman beriman akan besarnya kasih Tuhan.
Kedua, kebiasaan keluarga untuk selalu bersyukur atas kehidupan. Santa Teresa dari Kalkuta sering memberikan pesan untuk menerima anugerah kehidupan. Orang tua dan keluarga harus bersyukur atas kehidupan yang telah diberikan oleh Tuhan, dan menggunakannya untuk melayani orang lain. Rasa syukur atas kehidupan terungkap dalam “kata terima kasih” atas kebaikan-kecil, hal-hal biasa, sederhana yang dilakukan oleh tiap anggota keluarga memberikan rasa dihargai dan dicintai. Kehidupan keluarga yang penuh syukur ini akan terbawa terus dalam kepribadian masing-masing dan memancar keluar sebagai lentera hidup dimanapun berada, baik itu keluarga-keluarga sendiri maupun di tengah masyarakat.
Ketiga, orangtua dan seluruh keluarga beriman terus bertumbuh memancarkan kedamaian Tuhan. Di tengah banjirnya informasi hoax, penyebaran kebencian, orang tua dan keluarga belajar mendengarkan satu sama lain. Belajar memilah-milah dan membedakan mana yang menjadi kehendak Tuhan dan mana yang tidak. Dengan keterjagaan kesadaran akan kehendak Tuhan, terbangun kebiasaan refleksi dan kontrol diri sehingga mampu menghadirkan dan memancarkan kedamaian Tuhan, menyinari dunia sekitar dan hati setiap orang dengan kedamaian.
Keempat, dengan perhatian akan kebutuhan satu sama lain dalam keluarga, sikap syukur dan pengalaman kedamaian hati dalam Tuhan, orangtua dan keluarga menyebarkan kasih sayang dimanapun berada dan pergi. Dengan begitu, seluruh anggota keluarga beriman katolik terbiasa untuk membuat orang lain bahagia. Santa Teresa dari Kalkuta memberikan pesan pada orangtua dan keluarga ”Jangan biarkan seseorang pergi dari Anda tanpa merasa lebih bahagia”. Lebih jauh beliau memberikan pesan sebagai berikut: “Kalau kamu ingin membawa kebahagiaan bagi seluruh dunia, pulanglah ke rumah dan cintailah keluargamu” (Bdk. 10 Most Beautiful Mother Teresa Quotes on the Family. coraevans.com). Dengan semangat ini, masing-masing anggota keluarga berusaha untuk menjadi berkat bagi yang lain. Di lingkungan yang lebih besar di masyarakat, semangat yang sama mendorong untuk selalu memberi kontribusi positif, menjadi berkat.
Kelima, orangtua dan keluarga menjadi tempat belajar bagi semua anggota keluarga untuk melayani orang miskin. Kehidupan dan teladan karya Santa Teresa dari Kalkuta terus menginspirasi orangtua dan kemungkinan besar akan terus menginspirasi berbagai generasai terutama sekarang generasi Z (yang lahir 1995 sampai 2010) dan generasi selanjutnya untuk dengan sukacita memberikan pelayanan kepada orang miskin. Dengan demikian orang tua dan keluarga mengikuti jejak Santa Teresa dari Kalkuta dengan melayani orang-orang miskin, difabel dan yang membutuhkan.
Dengan spiritualitas, semangat dan warisan pesan-pesan Santa Teresa dari Kalkuta kepada orangtua dan keluarga, umat beriman di Paroki Cikarang terutama keluarga-keluarga sedang menempa diri membiasakan mendidik anak-anak dan seluruh anggota keluarganya semakin beriman tangguh sebagai lentera hidup, menjadi pelita di tengah kegelapan ataupun cahaya hidup bagi masyarakat sekitar. Orangtua dan keluarga dengan cara-cara di atas meneruskan kasih sayang Tuhan dan belas kasih kepada masyarakat sekitar dan kepada orang-orang paling dekat yakni seluruh anggota keluarga tercinta.
Sumber:-. Jeannie Ewing, 10 Most Beautiful Mother Teresa Quotes on the Family, Https://www.coraevans.com/blog/ article/10-most-beautiful-motherteresa-quotes-on-the-family. Diakses 10 Juli 2023.
-. "Sejarah Hidup dan Kanonisasi Ibu Teresa." Paroki Cikarang. https://paroki cikarang.or.id/pages/sejarah-hidupdan-kanonisasi-ibu-teresa. Diakses 10 Juli 2023.
Penulis : Andreas Yumarma - Tim Kontributor Kolom Katakese
Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa