Kebun Raya Katolisitas – Kitab Suci, Tradisi, Magisterium

Pandemik yang berkepanjangan dengan praktik pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat ternyata semakin memungkinkan orang untuk kebanyakan beraktivitas online dan virtual. Kondisi ini telah merekatkan kembali yang dekat, tetapi membuat aneka praktik virtual menjadi kenyataan, di samping banyaknya jumlah korban yang meninggal akibat pandemi ini.

Srengenge Purwo, Tan Hoa Sui, Purnama Batubara, Pinkan Kawengian, Firmus Tulukaman dan Anieta Serui adalah orang-orang muda yang sudah saling kenal melalui komunikasi online.

Betul sekali, bahwa virus korona itu juga telah melanda daerah kami; ada banyak yang sudah menjadi korban. Memang harus diakui juga bahwa tidak sedikit orang yang tidak peduli kepada arahan dan petunjuk pemerintah.

Para pemimpin Gereja, Bapa Uskup, para imam dan pemimpin umat tetap memberi himbauan
terus menerus agar segenap umat dapat menjaga protokol kesehatan. Gereja-gereja kami pun membuka posko-posko dan satuan tugas untuk pelayanan vaksinasi kepada segenap anggota gereja dan masyarakat luas.

Ayo, mari kita menjadi role model untuk merawat ‘kebun raya katolisitas”, menghidupkan kembali budaya membaca Kitab Suci sebagai roti kehidupan kita, berpegang teguh pada Tradisi Gereja dan setia menjalankan ajaran-ajaran Tuhan melalui Gereja-Nya untuk menangkal setiap pandemi, baik jasmani maupun rohani.

Penulis : Bruno Rumyaru

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments