Saudara/saudari yg terkasih Dalam Injil hari ini pekan biasa VI Yesus menyampaikan Sabda Bahagia. Sabda Bahagia hari ini boleh jadi membuat orang heran. Kata-kata Yesus agak bertolak belakang dari nilai-nilai umum yang dimengerti dan diterima orang banyak.
Yesus berkata: "Berbahagilah, hai kamu yang miskin karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah, ..... yang lapar karena kamu akan dipuaskan, ...... yang sekarang ini menangis karena kamu akan tertawa ......" (Lk 6:20-22). Bagi kebanyakan orang boleh jadi pernyataan ini terasa aneh dan kurang masuk di akal. Bagaimana orang yang miskin, lapar, menangis, dibenci berbahagia?
Hal ini dikatakan Yesus karena orang-orang seperti inilah yang mudah berpaling - menyendengkan dirinya kepada Allah dan memohon pertolongan Allah sekaligus menye- rahkan hidupnya kepada Allah. Mereka akan menjadikan Allah sumber kebahagiaan dan sukacita. Orang2 sederhana pasrah pada penyelenggaraan ilahi.
Kebahagiaan sejati adalah bila hidup kita mengandalkan Allah dan kasih-Nya. Nilai kebahagiaan yang ditawarkan Yesus tidak sama dengan ukuran kebahagiaan yang ditawarkan dunia. Apa yang dianggap dunia tidak bahagia, di hadapan Allah justru sebaliknya. Cara pandang dunia memang bisa berbeda dengan cara pandang Allah.
Mari sedikit kita refleksi ... Apakah kita masuk golongan yang berbahagia? Apakah kita selalu memasrahkan hidup kita kepada Allah?
Dewasa ini ada banyak orang yang menyembah pada materi lalu lupa mengandalkan Tuhan dalam hidupnya. Yakinlah, mengandalkan Allah dan Percaya kepada-Nya akan sangat membahagiakan. Kesaksian banyak dapat jadi inspirasi bahwa orang-orang yang meng- andalkan Tuhan merasa teduh, damai dan bergembira dalam hidupnya karena Allah adalah pokok keselamatan.
Kebahagiaan itu pertama-tama bukan datang dari luar tetapi terbit dari hati - batin kita sendiri. Kita berbahagia bila kita menghayati kasih dan rahmat Allah berada dalam diri kita. Semoga amin.
Sumber: Sr. Teresa Nadeak SFMA
Sumber gambar: Dokumen Pribadi Warta Teresa