Jembatan yang Mendamaikan

Saudari/a yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus, pada Minggu biasa ke XVl ini kembali kita diajak untuk mencari serta menemukan apa yang menjadi kehendak Tuhan untuk kita lakukan, laksanakan dalam kehidupan kita. Bacaan injil menurut Markus 6:30-34 bagaimana Yesus memberi makan lima ribu orang, bagaimana para rasul kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitakan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan, bagaimana Yesus dan para rasul mengolah antara pelayanan dan hidup kerohanian, bagaimana orang banyak berusaha datang kepada mereka untuk mendapatkan tujuan semuanya ini menjadi situasi dalam bacaan injil pada hari ini.

Tema dalam renungan kita hari ini adalah JEMBATAN YANG MENDAMAIKAN. Hal ini tertuju pada diri Yesus yang memberi makan lima ribu orang. Kita tahu jembatan adalah suatu struktur yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus atau sebagai penghubung yang harus dilewati/dijalani.

Saudari/a yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus, kita tahu bahwa Yesus memberikan diri sepenuhnya menjadi “JEMBATAN YANG MENDAMAIKAN” manusia dengan Allah Bapa. Memberi makan lima ribu orang dalam hal ini tidak semata-mata mengarah kepada kebutuhan jasmani tetapi lebih kepada kebutuhan rohani. Markus 6:34 “ketika Yesus mendarat, Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka karena mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala, lalu mulailah Ia mengajarkan banyak hal kepada mereka”.

Yesus menjadi jembatan yang mendamaikan, dapat dilalui, dilewati, dijalani semua orang untuk sampai kepada tujuan dan apa yang Yesus lakukan menjadi model bagi para rasul untuk bertindak dan berbuat. Markus 6:30 “kemudian rasul-rasul itu kembali berkumpul dengan Yesus dan memberitahukan kepada-Nya semua yang mereka kerjakan dan ajarkan” Artinya para rasul juga senantiasa berusaha menjadi JEMBATAN YANG MENDAMAIKAN bagi banyak orang sebagaimana yang diperbuat sang Yesus sebagai saluran cinta kasih Bapa kepada umat-Nya. Mengapa Yesus dan para rasul sanggup menjadi Jembatan yang mendamaikan? Karena Yesus mengarahkan seluruh diri-Nya hanya pada kehendak Bapa dan ketergerakan hati-Nya oleh belas kasihan kepada manusia yang begitu dikasihi. Para rasul yang mengikuti Yesus oleh karena kepercayaan juga mampu meneladani seluruh pribadi Yesus yang berbelas kasih.

Saudari/a yang dikasihi oleh Tuhan kita Yesus Kristus, pertanyaan bagi kita : Apakah kita menjadikan Yesus sebagai JEMBATAN YANG MEMBAWA KEDAMAIAN dalam mencapai tujuan yang hendak kita capai? Dan apakah kita mau dan mampu menjadi JEMBATAN YANG MENDAMAIKAN banyak orang? Mari kita isi diri kita dengan Doa, Pengharapan, Iman dan Kasih.

Semoga.

Penulis : Sr. Loren SFMA

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments