Inilah Aku, Utuslah Aku - Retret Pengurus Paguyuban Prodiakon

Pada tanggal 16-18 Februari 2024, dilaksanakan retret pengurus Paguyuban Prodiakon Gereja Ibu Teresa di Wisma Samadi. Acara ini dihadiri oleh para pengurus inti dan para koordinator sektor, dan beberapa prodiakon yang lain dengan tujuan utama menggali semangat yang terkandung dalam motto paguyuban : Ini aku, utuslah aku. Spiritualitas yang terkandung di motto ini digali dengan sabar dan setia melalui doa hening. Sebuah permenungan yang mengharukan. Hasil kristalisasi permenungan diharapkan dapat mengarahkan pada penyusuan visi dan misi yang akan menjadi tujuan dan pedoman dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab para prodiakon/nes dalam melayani umat Allah dan sesama.

Pada hari pertama, dalam kata sambutannya, Bapak Marcel selaku ketua paguyuban prodiakon mengajak para peserta untuk merenungkan siapakah AKU ini sehingga Tuhan berkenan memanggil aku, apa yang membuatku mau menanggapi panggilan Tuhan dan bagaimana aku menanggapi panggilan itu. Para peserta termasuk panitia semuanya turut dalam proses permenungan dengan membaca perikop kitab suci yang telah disusun dalam modul yang  telah dipersiapkan oleh panitia dan kemudian dengan menggunakan metode lectio devina peserta diajak masuk ke dalam keheningan untuk mengetahui apa yang ingin disampaikan dan dikehendaki Tuhan melalui sabda-Nya. Kemudian para peserta dipersilahkan untuk membagikan hasil permenungannya secara bergantian. Hari pertama ini ditutup dengan ibadat penutup (completorium) yang dipimpin oleh Romo Camel.

Hari kedua masih dilanjutkan dengan sesi refleksi pribadi seperti pada hari pertama. Para peserta dengan sungguh-sungguh merenungkan perjalanan hidup mereka sebagai pribadi, sebagai seoarng pribadi yang berkeluarga dan yang bekerja dan pribadi yang mempersembahkan karya dan dirinya dalam Ekaristi bersama-sama seluruh Gereja. Para peserta retret membagikan hasil permenungan mereka dalam melihat dari kacamata iman, pengalaman-pengalaman yang mereka lalui dalam sharing singkat namun sangat menyentuh. Dari hari pertama sampai hari kedua ada 12 sesi yang para peserta renungkan mulai dari tema : Aku, Keluarga, Karya / Utusan dan Ekaristi. Hari ke-2 ditutup dengan completorium.

Puncak acara terjadi pada hari ketiga, setelah memiliki pandangan yang baru hasil dari permenungan 2 hari yang penuh inspirasi, para peserta merumuskan visi dan misi prodiakon dengan penuh semangat. Diskusi kelompok dan sesi pleno menjadi medan pembentukan ide dan pemahaman bersama. Hasilnya adalah visi dan misii yang menyentuh hati, dengan meneladan semangat Yesus yang datang untuk melayani. Teladan kasih Yesus dalam melayani terutama bagi mereka yang terpinggirkan, menjadi landasan kuat prodiakon dalam melayani kebutuhan umat dan sesama.

Visi dan misi yang terbentuk mencerminkan semangat kasih dalam pengabdian dan pelayanan prodiakon dengan Yesus sebagai telandan. Retret di Wisma Samadi bukan hanya sekadar pertemuan, tetapi juga perjalanan spiritual dan pengalaman hidup para peserta. Para pengurus dan peserta prodiakon pulang dengan semangat baru, dan dengan rendah hati percaya akan tuntunan Tuhan dalam menjalankan tugas pelayanan, dan melangkah dengan visi dan misi yang jelas. Semoga visi dan misi yang telah dirumuskan akan menjadi pemandu yang kuat dalam mengemban tugas pelayanan mereka. Dan acara retret ini ditutup dengan Misa oleh Romo Camel yang setia mendampingi dari awal sampai akhir acara.

Liputan dan Foto : Frans WS Nainggolan.


Post Terkait

Comments