Ingenuitas Pelayanan

Dalam bacaan yang kita dengar pada Minggu Palma ini, Injil Markus mengisahkan tentang perempuan yang datang untuk meminyaki kaki Yesus dengan minyak yang paling mahal. Tindakan wanita ini dianggap sia-sia oleh murid Yesus karena uangnya bisa digunakan untuk keperluan lain yang dinilai lebih menolong orang.

Yesus sendiri tidak serta merta setuju dengan pendapat murid ini. Yesus menjawabnya dengan, “Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, dan kamu dapat menolong mereka, bilamana kamu menghendakinya, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu” (lih. Markus 4:7).

Kisah ini bisa dibantu dengan kisah Santa Teresa yang pernah didatangi seorang ibu. Ibu ini menceritakan kisah hidupnya yang begitu sulit dan miskin. Pada saat sebelum Santa Teresa bertemu dengan ibu ini, ia mendapat sumbangan berupa cincin berlian yang indah dan sangat mahal. Setelah mendengar cerita dari ibu ini maka Santa Teresa memberi cincin sumbangan kepada ibu ini. Tindakan Santa Teresa mengundang protes dari pengikutnya. Beberapa pengikutnya berpendapat sebaiknya cincin itu dijual dahulu baru kemudian hasil penjualan diberikan kepada ibu tadi. Santa Teresa menjelaskan bahwa ibu tadi datang bukan semata-mata datang oleh karena membutuhkan uang melainkan ada orang yang mau mendengarkan dan menghargai dirinya. Pemberian dalam bentuk cincin berlian merupakan ungkapan dukungan dari Santa Teresa bahwa hidup ini begitu bernilai.

Tindakan Santa Teresa memberikan cincin ini menjelaskan tentang sikap Yesus yang membiarkan perempuan itu datang untuk membasuh kaki-Nya, dimaksudkan seperti demikian. Perempuan ini memahami kasih yang diwartakan Yesus mengantarkan keselamatan bagi dirinya. Perempuan ini mengungkapkan dengan mengurapi kaki Yesus dengan dengan minyak. Bila perempuan ini melakukan seperti yang dipikirkan oleh para murid, belum tentu bisa mengungkapkan iman seperti yang dipahami olehnya secara pribadi.

Hal demikian juga terjadi pada peristiwa Yesus masuk Yerusalem sebagai raja dimaknai oleh kebanyakan orang bahwa Ia akan memimpin pembebasan Israel dari penjajahan Romawi. Nyatanya keselamatan Yesus bukan demikian, melainkan keselamatan yang tidak terbatas bagi Israel melainkan bagi orang yang percaya.

Relevansi untuk kita pada saat ini adalah memahami ungkapan iman dalam bentuk syukur dan tobat dengan tulus. Ketulusan ini menghindari kita tidak terjebak untuk mencari pengakuan agar orang lain mengatakan kita baik dan murah hati. Tindakan perempuan dalam Injil menjadi refleksi bersama untuk mengkoreksi tindakan kita saat memberi kesaksian. Bisa saja untuk kita seperti kebanyakan orang yang menyambut dan mengelu-elukan Yesus sebagai raja namun di kemudian hari terhasut untuk menyalibkan Yesus.

Permenungan ini mengajak kita agar memurnikan hati saat membangun hubungan dengan Tuhan dengan ingeniutas. Ingenuitas berarti kemampuan untuk membuat diri sendiri dan orang lain merasa nyaman hidup dalam dunia. Ingenuitas dari Santa Teresa melalui pelayanan bagi orang miskin di Kalkuta, India. Marilah kita menyadari ingenuitas dalam diri kita sehingga kesaksian Tuhan yang menyelamatkan menjadi nyata dalam dunia!

Penulis : Rm. Camell Pr

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments