Mungkin ada di antara kita yang saat ini sedang terpanggil untuk mengikut panggilan Tuhan. Apa jawaban kita? Apakah kita dengan segera mengikuti Yesus, meninggalkan segala pekerjaan kita, bahkan mungkin keluarga kita, demi mengikuti Yesus? Jujur saja memang tidak mudah untuk mengikuti panggilan Tuhan Yesus dengan total, terlebih jika harus meninggalkan pekerjaan kita dan segala yang telah kita miliki. Saya yakin pasti akan bergumul ketika harus memutuskan untuk menjadi hamba Tuhan yang mau ikut Tuhan 100%. Tetapi saya yakin, ketika kita mengutamakan Tuhan dalam hidup kita, maka Tuhan pun akan memberkati kita, bahkan jauh lebih berlimpah dari sebelumnya. Tidak mudah memang mengatakan hal ini, bahkan saya sendiri pun masih dalam pergumulan untuk dapat mengikut Tuhan. Tetapi biarlah kita juga belajar untuk taat akan kehendak Tuhan, mulai dari hal-hal yang kecil, sehingga ketika suatu saat Tuhan meminta kita untuk mengikut Dia, kita tidak akan lagi menunda-nunda melainkan dengan segera pergi meninggalkan apa yang kita miliki. Yang terpenting adalah ketika kita yakin bahwa itu adalah suara Tuhan, maka pasti akan ada penyertaan Tuhan bagi orang-orang yang mau memberikan hidupnya bagi kerajaan Allah. “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”. Untuk mengikuti panggilan Tuhan Yesus diperlukan komitmen yang tinggi.
Petrus awalnya adalah nelayan, dan Tuhan Yesus memanggilnya “Ikutlah Aku. Setelah mengiikuti Tuhan Yesus 3.5 tahun Tuhan Yesus berkata lagi, “Ikutlah Aku.” saya yakin perkataan Tuhan Yesus ini tentunya mendatangkan sukacita dan kasih yang baru di hati Petrus. Karenanya dengan segera, Petrus bangkit dan mengikuti Yesus. Tuhan Yesus tahu siapa Petrus itu. Petrus orang yang labil, maka Tuhan Yesus konsisten dalam meneguhkan hati Petrus. Panggilan pertama adalah supaya Petrus belajar dan meneladani hidup Tuhan Yesus. Panggilan kedua adalah pemberitahuan bahwa Petrus akan menanggung resiko karena imannya.
Petrus itu orang yang banyak omong, tapi pribadinya labil. Ketika Tuhan Yesus berkata kepada Petrus, “di atas batu karang ini akan Kudirikan jemaatKu,” ini adalah kegenapan yang sudah Tuhan tahu dari kekekalan. Tuhan Yesus mengerjakan sesuatu yang bersifat kekekalan dan tanpa salah. Dalam perjalanan hidup kita banyak yang sudah Tuhan atur dalam kekekalan. Dan bagi Tuhan tidak ada yang kebetulan. Karena itu mari belajar bergantung pada pengetahuan Allah.
Tugas yang harus dilakukan untuk mengikuti Tuhan Yesus
1. Mengasihi Tuhan Yesus lebih dari orang lain
Petrus sudah mengikuti Tuhan Yesus. Tetapi mengapa Tuhan Yesus bertanya apakah Petrus mengasihi Dia? Pertama, karena Petrus sendiri. Petrus sudah melakukan pengakuan yang luar biasa kepada Tuhan Yesus, tetapi dia sendiri mengingkarinya. Tuhan Yesus berkata ini untuk mengkonfirmasi pernyataan Petrus sebelumnya. Yang kedua, Yesus memahami kemampuan Petrus. Ada 4 kasih : agape (murni tanpa pamrih), fileo (persaudaraan), eros (antar la- wan jenis), storge (kasih dalam keluarga). Awalnya Tuhan Yesus menuntut kasih agape, tetapi Petrus menjawab kasih fileo. Ayat 16, Tuhan Yesus kembali menuntut kasih agape, tetapi jawab Petrus kasih fileo. Ayat 17, Tuhan Yesus menuntut kasih fileo, dan Petrus menjawab kasih fileo. Tuhan Yesus mengerti bahwa Petrus tidak mampu, sehingga Tuhan Yesus menurunkan tuntutan. Tuhan kita Maha Tahu, Dia tahu kelemahan kita, sehingga Dia tidak pernah menuntut kita melebihi ke- mampuan kita.
2. Gembalakanlah domba-dombaKu.
Kata “gembalakanlah” yang pertama dan kedua menggunakan kata Bosko (memberi makan/ padang rumput). Dan kata “gembalakanlah” yang ketiga adalah Poimaimo yang (pimpinlah, aturlah, rawatlah). Artinya, berilah dulu makanan secara rohani dulu, dan setelah diajar baik-baik, aturlah. Tugas gereja adalah memberi makan secara rohani, dan ini tidak mudah. Dan sudahkah kita menaruh hati ini sebagai domba yang mau digembalakan?Setelah Yesus berkata ikutlah Aku, Yesus berkata pada Petrus kuatkanlah saudara-saudaramu (Luk 22:31-32). Marilah kita mengasihi dan mengikuti Tuhan Yesus, dan selain itu marilah kita mengasihi dan menguatkan saudara- saudara kita.
Sabda Tuhan mengundang kita untuk menyadari ajakan Tuhan: “Ikutlah Aku”. Tuhan Yesus ada di hadapan kita, terus mengajak untuk mengikutiNya. Mengikuti Tuhan Yesus berarti menyadari keberadaanNya, meniru segala kebajikan dan menghayatinya hari demi hari. Mari kita belajar dari Petrus yang mengikuti Tuhan Yesus sampai tuntas. Mereka bisa, kita juga pasti bisa. Tuhan memberkati.
Sumber: Br. Paulus, FIC
Sumber Gambar: Dokumen Pribadi Warta Teresa