Ia Ada di Pihak Kita

Saudari-saudara yang dikasihi Tuhan, dalam permenungan minggu ini melalui injil yang disampaikan kepada kita mengajarkan kita agar percaya dalam nama Yesus dan menyadari bahwa Ia selalu dipihak kita. Seperti dalam injil Markus ketika Yohanes melihat yang bukan dari murid Yesus mengusir setan dengan nama-Nya, mereka mencegah melakukan hal itu dan memberitahukan kepada Yesus agar Yesus dapat menengur orang itu.

Yesus mengatakan sebaliknya: “Jangan kamu cegah orang itu, karena tidak seorang pun dapat mengadakan mujizat demi nama-Ku seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan ia ada dipihak kita”. Dalam percakapan ini kita dapat melihat bahwa Yesus tidak membatasi orang-orang yang mewartakan nama-Nya dan bahkan sekalipun orang itu bukan sebagai pengikut-Nya.

Merenungkan tema “Ia ada dipihak kita” seringkali kita bertindak seperti para murid yang berpikir secara logis, jika identitas bukan sebagai murid kita tidak mempercayainya dan bahkan kita merasa seseorang itu ada dipihak kita karena ia dekat dengan kita yang selalu bersama, menemani, mendukung dan senantiasa meluangkan waktu ketika kita membutuhkannya dan ia selalu menyenangkan dan kita merasa nyaman saat bersamanya.

Saudari-saudara yang dikasihi Tuhan, Yesus selalu ada di pihak kita dan itu dapat kita rasakan setiap harinya. Yesus memberikan berkat, rahmat serta anugerah yang tak terbatas, selalu menyertai dan menemani perjalanan hidup kita.

Ia tidak pernah menolak kita dan selalu mendengarkan keluh kesah kita dan selalu memberi yang terbaik. Bagaimana dengan kita, apakah kita telah di pihak Yesus? Untuk mengetahui apakah kita telah di pihak Yesus, dari apa yang telah dipesankan Yesus “Jangan menyesatkan anak-anak kecil yang percaya dan jangan membiarkan anggota tubuh kita dalam keberdosaan, dan jika itu terjadi lebih baik tidak memiliki daripada dicampak ke dalam neraka”. Dalam kehidupan ini manusia tidak ada yang sempurna dan semua melakukan kesalahan, apakah kesalahan itu kecil atau besar dan itu terjadi karena kita lebih mementingkan diri sendiri. Seperti contoh ketika mata melihat dan menginginkannya sehingga melakukan segala cara untuk mendapatkannya, disitu kita telah membuat anggota tubuh kita berdosa.

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan, untuk membuktikan kita ada dipihak Yesus, kita dapat menjaga hati karena hati yang mengontrol anggota tubuh dan pusat dari segala yang baik dan
jahat. Jika hati kita baik maka perbuatan-perbuatan yang baik yang akan kita lakukan dengan iman dan percaya akan Yesus. Jika Allah di pihak kita siapa yang dapat melawan kita akan lebih dari pemenang disini Yesus menghendaki agar kita senantiasa berpikir positif, rela berbagi dan berkorban.

Mari kita merenungkan dalam kehidupan sehari-hari yang kita alami :
• Apakah kita dipihak yang miskin dan papa, terpinggirkan atau kita lebih berpihak kepada orang yang berkedudukan tinggi?
• Apakah kita rela memberi secangkir air bagi orang yang membutuhkan atau lebih menutup mata dan menutup hati?

Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan mari kita menggunakan anggota tubuh kita untuk kemuliaan nama Tuhan, dengan mulut mewartakan karya-Nya, dengan tangan bekerja untuk Dia, mengasihi keluarga dan sesama dengan kaki melangkah dan tertuju kepada-Nya dan dengan hati selalu menyembah-Nya.

Jika Allah dipihak kita, kita mampu melakukan hal-hal yang sulit dengan cinta yang luar biasa. Tuhan Yesus memberkati.

Penuis : Sr. Sisnawati Ginting, SFMA

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments