Prodiakon(nes) adalah Kaum Awam yang diperkenankan membantu imam untuk tugas tertentu, sesuai dengan Surat Keputusan (SK) dari Bapak Uskup.
Bagi seorang Prodiakon, perlu mengerti, memahami sekaligus mengamini semua nilai dan ketrampilan dasar, serta memiliki komitmen yang kuat dalam melaksanakan tugas pelayanannya. Sehingga diperlukan pembekalan, baik dalam pengetahuan Liturgi, maupun Spiritualitas pelayanan agar para calon prodiakon baru yang sudah terpilih tersebut, memiliki pemahaman yang sama akan tugas dan kewajibannya dalam menjalankan pelayanannya.
Ada yang baru dalam kegiatan Pembekalan kepada peserta, yaitu 35 orang para Calon Prodiakon Baru untuk Tahap ke-2 ditahun 2023 kali ini, yang dilaksanakan pada tanggal 16 – 17 September 2023 di Civita Youth Camp, Tangerang, yaitu dikemas dalam 3 tahapan, yang meliputi :
• PRA ACTIVITY (Kegiatan sebelum Pembekalan), dengan tujuan untuk mensinkronkan “Mind set” para peserta, antara nilai-nilai pribadi masing-masing, dengan nilai-nilai pelayanan bagi seorang Prodiakon.
• ACTIVITY (Kegiatan Pembekalan), dengan Tujuan memberikan Pengetahuan dan menambahkan ketrampilan (Skill) Liturgis ,dan sekaligus memunculkan komitmen para Prodiakon dalam melaksanakan Visi & Misinya dalam menjalankan Pelayannya.
• POST ACTIVITY (Kegiatan setelah Pembekalan), dengan tujuan mengevaluasi dan merefleksi atas Implementasi dari pelayannya yang sudah diberikan, apakah sudah sejalan dengan program Paguyuban Prodiakon dalam mencapai Visi & Misi yang telah ditetapkan dalam Panduan Prodiakon PCGIT.
Rangkaian acara terdiri dari 4 sesi dan tiap sesi diawali dengan Ice breaking yang menarik, atau menyanyikan lagu “Prodiakon”, dan sesekali diselingi dengan lagu “Cikini ke Gondangdia”, dipandu oleh Ibu Reni (Host) .
Sesi-1 dengan materi “Jati Diri Prodiakon” diberikan oleh RD Albertus Monang R Sidabutar (Romo Almo), dengan menjelaskan apa dan siapa prodiakon itu dalam struktur gereja, tugas yang diberikan, dasar pelayanan, beberapa keistimewaan prodiakon. Dijelaskan juga bahwa hakekat liturgi sebagai perayaan gereja. Dengan demikian, Prodiakon merupakan perwujudan dari peran serta umat beriman secara sadar dan aktif dalam liturgi gereja.
Disusul sesi-2 yang dibawakan dengan sangat apik oleh Bapak Aloysius Prasetya Adiseputra, Tokoh senior pengurus gereja, mantan Prodiakon dan DPH dari Paroki Taman Galaxy, yang memaparkan sejarah dan hakikat ekaristi. Begitu runut dan menarik, yang membuat peserta memahami Tata Perayaan Ekaristi yang sarat dengan spiritualitas dan semua sesuai dengan kitab suci. Dipaparkan bahwa saat seorang prodiakon bertugas, saat itulah dia menjadi milik Kristus dan mewakili-Nya dalam menyapa dan melayani umat dalam ibadat sabda. Maka saat bertugas, seorang prodiakon wajib memakai alba dan singel (pakaian prodiakon), agar dia sepenuhnya mencerminkan Kristus dan menunjukkan kemuliaanNya. Waktu untuk sesi ini yang sudah dibagi dalam 2 (dua) tahap untuk teori dan praktek dengan total waktu 3 (tiga) jam, terasa kurang dan cepat berlalu.
Banyaknya pertanyaan dari para peserta pada setiap sesi, menunjukkan kehausan akan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman. Dalam acara ini, panitia menyediakan berbagai bingkisan menarik, berupa berbagai buku bagi peserta yang aktif bertanya dan menjawab pertanyaan. Menarik!
Hari Pertama, ditutup dengan doa malam yang khidmat, menggunakan area terbuka di Amphi Theater Civita, dibawakan secara Lectio Divina yang dibimbing oleh Ibu Reni.
Hari ke-2, diawali pukul 6.00, dengan Doa Pagi secara leksio devina. Peserta diminta menuliskan pengalaman doanya. Menjadi suatu pengalaman tersendiri bagi banyak peserta dalam doa hening ini, sebuah kekayaan doa yang dimiliki Gereja dalam merenungkan Sabda Kristus yang hidup. Sesi ini dilanjutkan dengan praktek membuat homili dengan cara memahami sabda melalui Lectio Divina yang dipandu oleh Ibu Reni. Homili yang dibuat peserta diberi penilaian oleh Team Panitia.
Sesi-3, tahap I diisi dengan sharing Perjalanan Iman seorang Prodiakon yang dibawakan oleh Bapak Auxentius Iwan Setiawan, salah seorang prodiakon di Paroki Cikarang. Dikatakan bahwa seorang prodiakon hendaknya tidak boleh takut dalam melaksanakan pelayanannya: “Janganlah takut kepada mereka, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman Tuhan” (Yer 1:8) Sesi ini berlangsung sangat hidup dan inspiratif, ketika Bapak Iwan menceritakan Pengalamannya bagaimana ditolong Tuhan mengatasi Penyakit berat yang pernah dideritanya.
Sesi-3 tahap II dibawakan oleh Bapak Frans W. Sahala Nainggolan, menjelaskan tugas yang paling sering dilakukan oleh seorang Prodiakon, yaitu pelayanan Ibadat penerimaan Sakramen Maha Kudus bagi orang sakit dan Lansia, dan Ibadat Orang meninggal dan Pemakaman, yang dilanjutkan dengan praktek pemakaian Alba dan Single, serta penggunaan perlengkapan Ibadat seperti Piksis, Aspersorium, Hisop/Aspergil, dan lain-lain. Sesi-4, Romo Camel memaparkan Spiritulitas Prodiakon dengan mendalami Tema Workshop Liturgi (Pembekalan) Prodiakon yaitu “Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk TUHAN, dan jika kita mati, kita mati untuk TUHAN. Jadi baik Hidup atau Mati, kita adalah milik TUHAN.” (Roma 14 : 8). Dikatakan bahwa surat Rasul Paulus ini untuk menegaskan bahwa umat yang saat itu masih menganut Polytheisme, tidak lagi terikat dengan dewa-dewa yang terdahulu mereka, tapi hanya kepada Tuhan Yesus. Inilah yang menjadi bekal bagi seorang Prodiakon.
Romo Camel memberikan wejangan (nasehat) dan mengingatkan Kembali, untuk senantiasa dapat menjaga semangat pelayannya, baik pada saat: BARU Menjadi – SAAT Menjadi – Saat SELESAI menjadi Prodiakon. Dukungan dan sikap dari para anggota keluarga, menjadi sangat penting dalam menjaga “Bara” semangat itu. Jangan sampai terjadi sebaliknya, dimana anggota keluarga menjadi “Batu Sandungan” bagi seorang Prodiakon.
Romo Camel juga mengingatkan para peserta pembekalan, jangan melewatkan kesempatan yang sangat berharga ini, dimana Tuhan sendirilah yang telah memanggil Kita untuk men jadi seorang Prodiakon, meskipun kita merasa tidak mampu/pantas. Menjadi Prodiakon, dengan segala kelemahan dan kekurangan yang ada pada diri kita, dapat menjadi sumber inspirasi bagi umat lainnya, sehingga mereka dapat terpanggil dan mau bekerja di ladang Tuhan sebagai prodiakon juga, yang masih sangat dibutuhkan di Paroki Cikarang ini.
Di dalam menjawab panggilan-Nya, seorang prodiakon, yang bukan siapasiapa, akan mengalami Allah yang bekerja di dalam dirinya. Justru di dalam kelemahan dan ketidaktahuannya, mereka akan mengalami bahwa Allah turut bekerja dalam setiap pelayanannya. Hal ini akan menuntun seorang Prodiakon melangkah dalam iman, yaitu bagaimana arti dilengkapi/ dicukupkan oleh Tuhan karena melihat kesungguhan pelayanan kita. Itulah Spiritualitas Utama seorang Prodiakon.
Sebelum misa, para peserta diminta untuk merenungkan, membuat dan menuliskan komitmen pribadi nya atas nilai nilai pelayanan prodiakon yang bagaimana yang akan mereka akan jalankan dalam pelayananya sebagai seorang Prodiakon di selembar Kartu Komitmen yang sudah dipersiapkan oleh panitia dengan sangat keren, dan Komitmen yang sudah dituliskan tersebut di masukan dalam amplop Coklat secara tertutup dan dipersembahkan secara khusus pada Misa, agar Tuhan memberkati pelayanannya yang akan mereka jalankan nantinya.
Rangkaian acara dihari ke-2 ini ditutup dengan Misa Peneguhan Komitmen & Perutusan oleh Romo Camel, homili dilakukan oleh 3 orang peserta yang membuat homili terbaik, yaitu Bapak Mardani, Bapak Edi dan Bapak Pranoto. Dari Misa ini, terkumpul dana kolekte sejumlah Rp. 2.320.000,- (Dua Juta Tiga Ratus Dua Puluh Ribu Rupiah) yang semuanya didonasikan kepada pengelola Civita Youth Camp.
Seluruh acara dari awal sampai akhir berlangsung dengan lancar. Panitia menyelenggarakannya dengan amat baik dan sigap. Terima kasih kepada seluruh panitia, yaitu para prodiakon di Sektor Lippo Cikarang dan Sektor Cikarang Kota 2, yang diketuai oleh Bapak Suprayogi dan Bapak Agustinus Amping.
Proficiat untuk 35 calon prodiakon/ prodiakoness baru PCGIT yang telah mengikuti pembekalan, SEMANGAT MELAYANI
Tuhan memberkati
Liputan dan Foto : Eko Setiawan – Sekretaris Panitia Pembekalan Tahap 2 Tahun 2023