Hendaklah Murah Hati Seperti Bapa

Ibu, bapak, saudari, dan saudara terkasih dalam Kristus, pada minggu ini, kita memasuki Hari Minggu Biasa VII Tahun C. Dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus mengajak kita untuk mengasihi musuh kita, berbuat baik kepada orang yang membenci kita, dan memohon berkat bagi orang yang mengutuk kita, serta berdoa bagi orang yang mencaci kita (Luk 6:27-28). Jelas bahwa Tuhan Yesus mengajak kita untuk sungguh mengakarkan ajaran cinta kasih-Nya dan menjadi orang Kristiani sejati. Lebih dari itu, Ia senantiasa mengajak kita untuk menjadi murah hati seperti Bapa (Luk 6:36).

Melalui sabda Tuhan hari ini (Luk 6:32-34), kita bisa menanyakan dan memotivasi diri kita sendiri: “Kalau aku mengasihi orang yang mengasihi orang-orang yang mengasihiku, apakah jasaku? Orang-orang pada umumnya pun berbuat demikian. Dan kalau aku memberikan pinjaman kepada orang dengan harapan akan memperoleh sesuatu dari padanya, apakah jasaku? Orang- orang pada umumnya pun me- minjamkan kepada orang-orang, supaya mereka menerima kembali sama banyak.”

Memang secara manusiawi, pasti kita merasa kesal atau jengkel terhadap orang-orang yang membenci dan memusuhi kita. Bahkan, terkadang rasanya kita ingin membalas mereka. Namun, marilah kita berusaha sekuat tenaga untuk tetap mengasihi, sekurang-kurangnya mendoakan mereka, dan menjadi murah hati sama seperti Bapa. Tuhan Yesus berbuat demikian kepada orang-orang yang berusaha menangkap dan membunuh-Nya, mereka yang melempari-Nya dengan batu, memaki-Nya, dan menyalibkan-Nya. Tuhan Yesus pun tetap berbuat baik kepada orang yang Ia tahu tidak akan kembali dan berterimakasih setelah menerima pertolongan dan anugerah-Nya. Marilah kita mencontoh apa yang dilakukan oleh Tuhan kita.

Bacaan Pertama minggu ini pun menunjukkan bagaimana Daud melaksanakan ajaran cinta kasih Tuhan kita. Saul amat membenci Daud, sebab posisinya sebagai pemimpin terancam oleh Daud. Ia mengejar Daud dan berniat membinasakannya. Namun, Daudlah yang memiliki kesempatan itu. Alih-alih membunuh musuhnya itu, Daud justru membiarkan Saul hidup. 

Contoh dari Daud ini menunjukkan bahwa setiap pengikut-Nya diberi kemampuan untuk melaksanakan ajaran cinta kasih-Nya yang paling fundamental itu, yakni mengasihi, berbuat baik, dan mendoakan mereka yang memusuhi kita. Di kala kita merasa tidak mampu untuk melakukannya, mohonkanlah kepa- da Tuhan hati penuh kasih dan murah hati seperti Dia. Selamat hari Minggu. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati Anda sekeluarga.

Sumber: Rm. Vinsensius Rosihan Arifin, Pr.

Sumber gambar: Dokumen Pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments