Salam Teresa!!
Ibu/Bapak, Saudari-saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus, hari ini kita memasuki Hari Minggu Adven II. Minggu Adven II memiliki arti sebagai KESETIAAN dan CINTA. Pada minggu kedua ini lilin ungu kedua dinyalakan, mengingatkan kita untuk tetap setia mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan. Kita diwajibkan menyiapkan hati dan cinta demi menyambut kedatangan Kristus.
Lilin kedua disebut Lilin Betlehem yang mempunyai arti bahwa Yesus Kristus Sang Juru Selamat kita akan lahir di dalam hati kita. Seperti ada tertulis dalam kitab nubuat Yesaya : Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya. Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan, dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan.
Lingkaran Adven sebagai gambaran dunia gelap, kini sudah terang setangahnya. Dua penjurubumi memancarkan cahayanya. Harapan akan dunia yang temaram kian hari kian terbuka prospeknya. Bersama dengan Yohanes Pembaptis, Paulus, dan Nabi Yesaya, kita diajak untuk semakin bersungguh- sungguh mempersiapkan diri menyambut kedatangan Tuhan.
Ketiganya mengingatkan kita untuk memelihara semangat persaudaraan dan kerukunan dengan sesama yang dibangun atas dasar persekutuan dengan Tuhan. Nabi Yesaya menubuatkan bahwa “Tidak ada yang akan berbuat jahat atau berlaku busuk…, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan Tuhan” (Yes 11:9) dan Paulus mengajak kita untuk hidup dalam pengharapan “Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus” (Rm.15:5).
Dengan demikian jelas bahwa sumber dari persaudaraan, kerukunan, dan damai sejahtera adalah Tuhan sendiri. Oleh karena itu, tepatlah seruan Yohanes Pembaptis: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat!” (Mat 3:2). Bertobat, bahasa Yunaninya “metanoia”, artinya berbalik arah : kita yang selama ini berjalan ke arah yang salah karena menjauh dari Tuhan, diajak untuk berbalik arah kembali kepada Tuhan dan mendekatkan diri dengan-Nya. Semakin kita dekat dengan Tuhan, tentunya kita juga semakin dekat dengan sesama. Itu berarti, kita semakin mampu memelihara persaudaraan, kerukunan dan perdamaian dengan sesama.
Marilah kita jaga api harapan dan kasih Tuhan dalam hati kita, yang tak akan membiarkan kita berjalan dalam kegelapan dan dosa. Namun akan menuntun kita pada kebenaran dan keselamatan-Nya.
Penulis : Rm. Antara, Pr
Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa