Gua Maria Kerep-Ambarawa & Dusun Semilir

Lingkungan St. Paulus baru saja merealisasikan salah satu program tahunan yaitu Ziarek ke Gua Maria Kerep - Ambarawa dan Dusun Semilir - Bawen pada tanggal 18-19 Februari 2023. Kegiatan ini diikuti oleh 51 umat yang terdiri dari 36 dewasa termasuk lansia, 6 OMK, 4 BIR, 3 BIA, dan 2 UBK.

Kegiatan Ziarek ini terlaksana atas kerja keras seluruh Panitia serta dukungan dari seluruh umat lingkungan mulai dari persiapan, pelaksanaan sampai evaluasi. Persiapan yang dimulai sejak bulan September 2022 ini mencakup penggalangan dana dari donatur, jualan barang bekas, pengumpulan dana dari peserta, rapat koordinasi dan survei tempat serta campaign via twibbon (Twibbon Ziarek Lingkungan St. Paulus-PCGIT.mp4)

Pukul 00.00 tanggal 18 Februari, sesuai rencana peserta Ziarek sudah berkumpul di depan gerbang perumahan Kancil - Cikarang Baru dan berangkat menggunakan bis pukul 00.30 ke Ambarawa. Walaupun agak terlambat karena macet, rombongan ziarek tiba pukul 10.30 di penginapan Pangesti Wening.

Di depan pintu utama, Sr. Canisia, OSF sudah berdiri dengan senyum ceria menyambut kedatangan kami. Dari pintu utama ini kami diajak ke ruang makan untuk menyantap menu sarapan  pagi. Setelah sarapan dan mandi peserta lalu menuju ke Gua Maria Kerep pukul 11.30 dengan menggunakan angkutan umum dan berfoto bersama di depan Patung Bunda Maria Asumta.

Peserta kemudian melakukan jalan salib secara bersama dalam kelompok dan doa pribadi. Puji Tuhan kegiatan ini terlaksana dengan cuaca yang mendukung. Hujan lebat turun setelah kegiatan doa pribadi. Saat hujan peserta berteduh di bawah gedung dan toko-toko yang ada di sekitar gua Maria Kerep sebelum kembali ke penginapan pukul 14.30. Peserta kemudian istirahat, mandi, makan malam sebelum mengikuti acara games berhadiah pada pukul 19.00 di aula.

Acara games ini diawali dengan foto bersama. Setelah foto bersama, anak- anak BIA diajak melempar hadiah dari jarak 2 meter. Hadiah yang berhasil dilempar, diberikan kepada anak yang melemparinya. Semua anak senang karena berhasil melempar hadiah yang diinginkannya. Permainan selanjutnya adalah tebak kata dalam kelompok. Pada permainan ini, ketua kelompok diperlihatkan 3 kata yang akan dikomunikasikan kepada anggotanya secara non verbal. Bagian yang menarik dan seru dari permainan ini adalah saat peserta menerjemahkan bahasa non verbal dengan interpretasi yang berbeda. Hampir semua kelompok tidak berhasil menerjemahkan dengan tepat dan ini menyebabkan semua peserta ziarek tertawa terbahak-bahak.

Peserta kemudian diajak untuk masuk ke mata acara, “sharing is caring” di bawah tema Ziarek “Meneladani Bunda Maria dalam Setiap Peristiwa Hidup”. Pada tahap ini, peserta diminta untuk menceritakan secara singkat pengalaman mereka terkait doa Rosario. Salah satu peserta mengungkapkan: “Dengan berdoa Rosario, saya tidak pernah takut dan khawatir menjalani kehidupan setiap harinya, karena ada kekuatan yang tidak saya sadari saya miliki. Dan ini saya yakini, kekuatan itu dari Tuhan dan Bunda Maria. Dengan doa Rosario, saya juga mengalami berkat yang selalu mengalir dalam kehidupan saya dan keluarga. Setiap saya berdoa Rosario (saat malam sebelum tidur), di esok harinya, selalu ada orderan yang kami  terima. Entah customer baru atau yang lama tidak order maupun yang selalu rutin order. Puji Tuhan, selalu ada berkat yang kami terima.”

Tentunya sharing di atas sangat meneguhkan peserta lainnya. Sebanyak 20 umat yang juga ikut sharing dan melalui kegiatan ini, kami saling meneguhkan.

Permainan yang terakhir adalah “Kepala, pundak, lutut, kaki…" Permainan ini membutuhkan konsentrasi dan kecepatan yang tinggi. Permainan ini dilakukan secara bersama dalam beberapa kategori: BIR, Ibu-ibu, Bapak- bapak dan lansia. Yang menarik dan seru dari permainan ini adalah saat peserta dalam waktu singkat merebut benda yang diletakkan di tengah para pemain. Yang paling seru adalah saat giliran ibuibu merebut satu pisang. Sesi permainan selesai kira-kira jam 22.00. Peserta kemudian istirahat untuk menampung energi untuk kegiatan rekreasi di hari berikutnya yaitu misa dan rekreasi di dusun Semilir.

Di hari kedua pukul 04.30 peserta sudah bangun agar bisa mengikuti misa pukul 05.30 di gereja Katolik St. Yusup yang berlokasi di sebelah penginapan. Pukul 06.00 peserta kemudian sarapan, foto bersama Sr. Canisia, OSF dan check out. Pukul 07.30 peserta meninggalkan penginapan menuju dusun Semilir. Sebelum beraktivitas di sana, peserta berfoto bersama lalu menikmati wahana yang ada di dusun Semilir. Pukul 11.30, peserta kembali berkumpul di bis dan makan siang. Tepat pukul 12.00 siang, peserta pulang ke Cikarang.

Hampir semua menikmati perjalanan pulang karena kebanyakan waktu dihabiskan dengan aktivitas karaoke lagu rohani, lagu rohana dan tembang lawas. Tampaknya semua peserta puas dengan ziarek 2 hari ini. “Terimakasih untuk segenap panitia untuk semua kerja kerasnya, acaranya sukses sampai perjalanan pulang tetap happy.. semua puji-pujian keluar dari lagu rohani dan tembang lawas.”, ungkap salah satu peserta.

Liputan dan Foto : Emilius German


Post Terkait

Comments