Saudara-saudari yang terkasih hari ini kita memasuki Hari Minggu Pekan Adven ke 4, tiga minggu kita mempersiapkan diri menyambut kelahiran Tuhan Yesus. Tokoh-tokoh atau peran-peran pribadi yang disebut dalam kelahiran Yesus sudah mulai ditegaskan: Maria, Yusuf, Elisabeth, mereka adalah pribadi-pribadi yang dipilih Allah untuk menjadi sarana keselamatan dalam Kristus Yesus. Pribadi-pribadi ini mempunyai peran yang berbeda-beda, tetapi mereka sama dalam hal ketaatan kepada kehendak Allah.
Dalam Sabda Tuhan dikisahkan Malaikat Gabriel berkata kepada Maria, “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Salam itu menunjukkan bahwa Maria mendapat rahmat dari Tuhan, sebagaimana kata Malaikat selanjutnya, “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.” Rahmat itu berkenaan dengan Maria yang akan mengandung, melahirkan anak lakilaki, dan harus menamai-Nya Yesus. Nama Yesus mengacu pada identitas-Nya sebagai Anak Allah yang menjadi keturunan Daud: “Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepadaNya takhta Daud, bapa leluhurNya… dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan”.
Status keilahian Yesus dikaitkan dengan proses dikandung-Nya oleh seorang perawan karena kuasa Allah. Hal ini tidak mustahil, sebab berkat campur tangan Allah, Elisabet yang mandul pun telah hamil. Keilahian Yesus itulah yang mempengaruhi Maria, sehingga ia penuh rahmat. Rahmat itu bekerjasama dengan kerendahan hati Maria, sehingga memampukannya menjawab “YA” atas Sabda Allah yang didengarnya. Ia menjadi teladan kerendahan hati dan kemuridan yang sejati. Ia adalah hamba Tuhan yang mendengarkan dan melaksanakan Sabda Allah.
Melalui peran Maria peristiwa kelahiran Yesus, sebagai Firman Allah, Dia yang menciptakan segala sesuatu dan Firman itu adalah Allah sendiri. Peristiwa kelahiran Tuhan Yesus lalu menjadi misteri inkarnasi Allah masuk ke dalam sejarah dunia yang fana, terbatas oleh ruang dan waktu. “Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita.”
Kelahiran-Nya menunjukkan kasih dan kebaikan Tuhan, yang rela turun dari taktha kemuliaan-Nya dan masuk ke dalam dunia yang fana. Peristiwa iman ini terjadi karena cinta kasih-Nya pada manusia, untuk membebaskan kita dari kematian akibat dosa dan mengangkat kembali martabat kita sebagai orangorang yang diselamatkan. Inilah kabar sukacita yang kita rayakan dengan meriah dan penuh syukur saat Natal.
Saudari-saudaraku yang terkasih, melalui tulisan permenungan ini perkenankan saya, para romo, frater, keluarga pastoran dan seluruh Dewan Paroki Harian/Pleno mengucapkan Selamat Hari Raya Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, semoga sesuai dengan Tema Natal Nasional
“Kemuliaan Bagi Allah dan Damai Sejahtera di Bumi” kita semua, umat/ keluarga/komuitas Paroki Cikarang, Gereja Ibu Teresa mampu untuk mewujudkan semangat solidaritas dan subsidiaritas dalam hidup kita sehari-hari. Amin. Tuhan Memberkati
Penulis : Rm. Antara. Pr Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa