Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang Hidup

Saudara-saudari yang terkasih, hari ini kita memasuki Hari Minggu Pekan Biasa XXI. Kita diajak untuk merenungkan Injil Suci menurut St. Matius. Biasanya untuk mengetahui sesuatu secara akurat kita membuat riset, survei dengan aneka metode penelitian. Kita bertanya dan responden menjawab.

Dalam Sabda Tuhan hari ini, Yesus juga membuat sebuah riset dengan pertanyaan yang sederhana, “Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?” Sebuah pertanyaan yang membuat para murid harus juga membuat observasi dan mengingat apa kata orang-orang. Dan muncullah beberapa jawaban beragam: Yohanes Pembaptis, Elia, Yeremia atau salah seorang nabi. Akan tetapi, kemudian Yesus mengajukan sebuah pertanyaan reflektif yang membuat para murid harus masuk ke dalam diri mereka sendiri, hening, diam dan merumuskan jawaban berdasarkan  pengenalan dan pengalaman mereka masing-masing: Menurut kamu sendiri, siapakah Aku?

Di tengah keheningan, Petrus mewakili para murid, “Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup”. Jawaban Petrus ini berasal dari Bapa di Surga dan bukan dari manusia. Petrus dengan terbuka mengungkapkan imannya kepada Yesus bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang diutus ke dunia agar manusia memperoleh hidup abadi. Oleh karena kepercayaannya yang begitu besar, Tuhan Yesus memberikan kunci Kerajaan Surga kepadanya, dan mengatakan, “apa yang kau ikat di dunia ini, akan diikat di surga; dan yang kau lepas di dunia ini, akan dilepaskan di surga”.

Saudara-saudari, atas dasar jawaban tersebut, Petrus mendapatkan kepercayaan menjadi batu karang pendirian Gereja. Petrus sungguh membiarkan dirinya dipakai dan dikuasai Allah, sehingga ia sanggup menjawab penuh iman bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup.

Melalui Sabda Tuhan hari ini, Yesus juga bertanya kepada kita masing-masing, siapakah Yesus itu bagi kita? Siapa Yesus bagi anda sekalian? Apakah kita mengimani Tuhan Yesus sebagai penyelamat kita? Seberapa besar iman kita kepada-Nya? Mari kita membiarkan diri dikuasai oleh Roh Allah agar sanggup menjawab seperti Petrus ketika Yesus bertanya kepada kita masing-masing. Amin.

Penulis : Rm. Antara. Pr


Post Terkait

Comments