Pengajaran iman dalam Laudato Si memberi pesan tentang perlunya dialog interdisipliner untuk mengatasi masalah ekologi inklusif serta upaya bersama dari umat Katolik dan dunia internasional untuk menjaga rumah kita bersama yaitu planet bumi. Kondisi alam dan planet bumi sangat berpengaruh bukan hanya bagi umat Katolik saja tetapi seluruh umat manusia penghuni planet bumi. Oleh karena itu, ajaran resmi dalam Gereja sangat menekankan praktik hidup iman berwawasan ekologi inklusif. Paroki Cikarang yang berada ditengah kawasan industri sangat peduli dengan praktikpraktik konkrit yang mendorong ekologi inklusif dari perspektif iman Katolik, misalnya dengan mengajak umat untuk merenungkan bagaimana kebiasaan sehari-hari mereka dapat berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan penghormatan terhadap ciptaan Tuhan.
Undang-Undang Dasar 1945 menjadi landasan hukum utama di Indonesia untuk prinsip-prinsip ekologi inklusif, seperti hak atas lingkungan hidup yang sehat dan adanya kewajiban negara untuk melestarikan sumber daya alam. Turunan Undang-Undang Dasar 1945 dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara dan Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang pengelolaan kualitas air dan Pengendalian Pencemaran Air menjadi salah satu instrumen hukum yang mendorong praktik ekologi inklusif dengan mengatur perlindungan udara bersih bagi seluruh warga negara Indonesia. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup berperan sebagai payung hukum penting dalam mendukung konsep ekologi inklusif, melalui regulasi terkait pengendalian pencemaran air, pengelolaan limbah, dan pemulihan fungsi ekosistem. Di sisi lain Psikologi lingkungan merupakan cabang ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan lingkungan hidup, salah satunya mengkaitkan ilmu psikologi dan ilmu alam.
Dalam konteks ekologi inklusif, psikologi lingkungan dapat membantu dalam mengembangkan pendidikan yang mencakup berbagai aspek lingkungan yang terhambat, seperti pendidikan inklusif.
Berikut adalah 8 hal penting dalam psikologi lingkungan yang menyangkut tentang ekologi inklusif:
1. Psikologi lingkungan membantu dalam memahami bagaimana perubahan lingkungan dapat mempengaruhi perilaku dan kesehatan manusia. Dalam konteks pendidikan inklusif, pemahaman tentang bagaimana lingkungan sekolah mempengaruhi perilaku dan kesehatan siswa dapat membantu dalam mengembangkan lingkungan belajar yang mencakup berbagai kebutuhan siswa.
2. Psikologi lingkungan juga membantu dalam mengidentifikasi dampak negatif perubahan lingkungan terhadap kesehatan mental dan emosional manusia.
Dalam pendidikan inklusif, pemahaman tentang bagaimana perubahan lingkungan dapat mempengaruhi kesehatan mental dan emosional siswa dapat membantu dalam mengembangkan strategi pendidikan yang efektif untuk mencapai kebutuhan siswa.
3. Psikologi lingkungan dapat membantu dalam mengembangkan pendidikan yang mencakup berbagai aspek lingkungan yang terhambat, seperti pendidikan inklusif, dengan memahami bagaimana lingkungan sosial dan alam dapat mempengaruhi perilaku dan kese hatan siswa.
4. Psikologi lingkungan juga membantu dalam mengidentifikasi cara masyarakat urban-industri yang merusak dunia dan jiwa manusia. Dalam pendidikan inklusif, pemahaman tentang bagaimana perubahan lingkungan dapat mempengaruhi kekuatan sosial dan budaya dapat membantu dalam mengembangkan strategi pendidikan yang mencakup berbagai kebutuhan siswa.
5. Psikologi lingkungan dapat membantu dalam menciptakan lingkungan inklusif untuk mempertimbangkan faktor-faktor seperti aksesibilitas, keamanan, kenyamanan dan dukungan sosial. Hal ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan dan kesejahteraan semua orang.
6. Psikologi lingkungan akan membantu dalam dalam mengatur ekosistem dan manusia saling berinteraksi serta saling mempengaruhi. Oleh karena itu pendidikan berwawasan ekologi dapat membantu meningkatkan kesadaran tinggi dan tanggung jawab manusia terhadap lingkungan.
7. Psikologi lingkungan dapat membantu dalam sisi pengetahuan bahwa air dapat menjadi kawan dan lawan, tergantung bagaimana manusia memperlakukannya.
8. Psikologi lingkungan juga membantu ilmuwan lingkungan mewaspadai bahwa kesehatan bumi ini dengan cepat menurun dan penyebab utamanya adalah perilaku manusia. Oleh karena itu diperlukan tindakan untuk mengurangi dampak negatif perilaku manusia terhadap lingkungan.
Berikut adalah ayat-ayat emas yang bisa menuntun kita umat manusia dalam menjaga bumi ini menjadi bumi yang sehat dan harus selalu kita jaga kelestariannya.
"Dibuat-Nya sungai-sungai menjadi padang gurun, dan pancaran-pancaran air menjadi tanah yang gersang, tanah yang subur menjadi padang asin, oleh sebab kejahatan orang-orang yang diam di dalamnya"(Kitab Mazmur 107:33-34) .
"Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi" (Kitab Mazmur 104:30) .
"Ya Tuhan, bimbinglah kami untuk melihat keindahan-Mu dalam setiap ciptaan-Mu, Dan memberikan perhatian kami kepada perlindungan lingkungan" (Doa Pemeliharaan Lingkungan).
"Menggunakan sumber daya alam dengan penuh tanggung jawab dan berkelanjutan. Ajarkanlah kami untuk hidup dalam harmoni dengan alam, Menghormati keberagaman dan interkoneksi semua makhluk hidup" (Doa Pemeliharaan Lingkungan).
"Bantu kami untuk mengubah gaya hidup kami yang merusak, Menjadi lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan" (Doa Pemeliharaan Lingkungan)
Ayat-ayat tersebut menunjukkan ajaran dan doa-doa dalam Kitab Suci Katolik yang menekankan pentingnya menjaga, menghormati, dan merawat lingkungan hidup sesuai dengan ajaran iman Katolik.
Umat Katolik oleh karenanya perlu mendukung kebijakan pemerintah Indonesia terkait penegakan hukum lingkungan guna mewujudkan ekologi inklusif, seperti upaya penanganan illegal logging atau pembuangan limbah industri secara sembarangan yang dapat merugikan masyarakat luas. Umat Katolik juga perlu menyoroti dalam terang iman mengenai peranan Mahkamah Konstitusi dalam memastikan implementasi prinsip-prinsip ekologi inklusif melalui putusan-putusan pentingnya, seperti pengakuan hak-hak adat atas tanah serta perlindungan terhadap keragaman hayati di wilayah tertentu sesuai dengan nilainilai budaya setempat.
Dalam gegap gempita Pemilu tahun 2024 untuk memilih Presiden dan wakil Presiden serta anggota legislatif di parlemen, ajaran iman tentang ekologi inklusif di negeri kita saat ini, sudah ada payung hukum dan peraturannya bisa menjadi lensa iman dalam menentukan pemimpin nasional dan wakil-wakil umat sebagai warga negara di parlemen untuk mengimplementasikan spirit dasar iman ekologi inklusif dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. Iman yang membawa buah kesatuan, semangat sejahtera bersama, ekologi inklusif menjadi cahaya iman untuk membuat dan memberikan pilihan. Dengan demikian ajaran iman Katolik tentang ekologi inklusif berbuah kedamaian, kesatuan dan sejahtera bersama untuk masa depan keluarga, masyarakat pada umumnya, dan Indonesia bumi pertiwi yang menjadi tempat berpijak menghayati iman kita.
Mari kita jaga bumi kita dan melestarikan lingkungan dengan penuh cinta serta tanggung jawab. Amin.
Penulis : Anastasia Bintari Kusumastuti - Tim Kontributor Kolom Katakese
Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa