Diselamatkan oleh Iman

Pada saat anda mencoba makan roti lapis, maka anda akan mendapati bagian isi yang diapit oleh dua roti. Dalam bacaan yang kita dengar pada Injil Minggu ini menceritakan tentang dua mukjizat yang dilakukan Yesus dalam satu kisah.

Kisah Yesus menyembuhkan anak Yairus mengapit kisah penyembuhan seorang perempuan yang sakit pendarahan. Poin yang bisa direnungkan untuk kita adalah menyelami maksud dari penulis injil dalam menuliskan persitiwa ini. Satu kisah tidak berdiri sendiri dari kisah yang lain memiliki makna yang ditujukan oleh penulis.

Yesus menuruti permintaan Yairus untuk berangkat menuju ke rumahnya oleh karena anaknya sedang sakit. Dalam perjalanan ini, Yesu berjumpa dengan seorang perempuan yang memiliki keyakinan iman, “asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh” (Markus 5:28). Keyakinan iman dari seorang perempuan yang sudah sakit sekian lama dan kekayaannya sudah habis mendorongnya untuk berani mendekati dan menjamah jubah Yesus.

Kesembuhan yang dialami oleh perempuan ini tidak diperhatikan oleh orang banyak sampai Yesus menyadari bahwa ada kuasa yang mengalir dari diri-Nya. Kisah berakhir dengan anak perempuan Yairus yang dikira sudah mati namun dibangkitkan oleh Yesus.

Kesamaan dari dua kisah ini adalah tokoh yang menderita penyakit adalah perempuan dan keduanya memiliki sakit yang parah. Perempuan pertama memiliki iman yang membuatnya percaya diri untuk menyentuh jubah Yesus. Sementara prempuan kedua, anak dari Yairus, Yesus mengatakan, “Talita kum” yang berarti : “Hai anak, bangunlah!” (Markus 5:41) Ibu, Bapak, saudara dan saudari terkasih Apa yang terjadi belakangan ini dengan berita bahwa lonjakan kasus COVID-19 membuat kita menjadi lebih berhati-hati. Diantara mereka yang berhati-hati juga ada yang kena dan merelakan kehilangan saudaranya. Apakah keadaan ini malah membuat putus asa atau kehilangan harapan?

Gereja kembali ditutup untuk misa offline dan pelayanan pengambilan SMK oleh PPK juga dihentikan untuk sementara. Pada saat inilah, kita mengingat kembali akan perempuan yang sakit pendarahan yang memiliki keyakinan sederhana yaitu, “asal kujamah saja jubah-Nya.”

Apa persisnya dari kontekstualisasi bersama umat dari “asal kujamah saja jubah-Nya” adalah kita tetap kuat bahwa Tuhan memiliki kuasa bagi orang percaya. Berdoa agar kita tetap tekun untuk saling menjaga dengaan taat prosedur kesehatan dan mendukung mereka yang saat ini dalam proses pemulihan.

Kisah pandemi COVID-19 yang berjalan selama lebih dari satu tahun telah menjadi satu dari kisah hidup kita, bisa jadi ini menjadi pengalaman yang memberi kesempatan untuk kita kembali mensyukuri akan setiap rahmat yang terjadi dalam hidup kita.

Perempuan yang menjamah jubah Yesus, awalnya takut saat kesembuhan terjadi namun pada akhirnya Yesus sendiri mengatakan, “… imanmu telah menyelamatkan engkau. Pergilah dengan selamat dan sembuhlah dari penyakitmu!” (Markus 5:34). Dengan demikian, iman menyelamatkan dan menyembuhkan.

Lalu pada bagian akhir untuk ungkapan, “Talita kum” mengajak untuk kita tidak berpasrah dengan keadaan. Bangkitlah untuk menjadi pribadi yang tidak mudah tergoda dengan keadaan atau terbawa arus kehidupan. Melainkan bisa menemukan pijakan iman yang membuat pikiran kita tetap jernih.

Semoga pengalaman Yairus yang begitu bersyukur oleh karena anaknya diselamatkan, sangat mungkin terjadi bila kita. Kemungkinan yang terjadi bagi orang yang percaya dan bangkit kembali dari keterpurukan iman.

Penulis : Rm. Camellus, Pr

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments