Dipilih Untuk Berbuah - Retret Pembebasan Umat Paroki Cikarang Gereja Ibu Teresa 24-26 November 2023

Retret pembebasan yang telah menjadi Program Karya Tahun 2023 di Paroki Cikarang, dilaksanakan kembali pada 24-26 November 2023. Retret kali ini menjadi istimewa karena menjadi penutup tahun liturgi dan bertepatan pada Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam.

Semua dinamika selama periode pendaftaran, keberangkatan, pada saat dan sesudah masa retret begitu mengesankan bagi peserta dan bagi panitia dari Lingkungan St. Benedictus.

Pada saat perekrutan peserta, panitia menjumpai tantangan tersendiri. Karena menjadi periode terakhir pada tahun ini, panitia harus lebih extra dalam merekrut umat yang belum pernah mengikuti retret pembebasan, ditambah dengan kriteria non aktivis dan non pengurus aktif maka panitia mengoptimalkan pengumuman di Gereja, dan juga menjalin komunikasi secara khusus dengan para ketua lingkungan. Terbukti peran para ketua lingkungan juga sangat baik dalam mendukung program ini, sehingga panitia kewalahan ketika begitu besar antusias dari umat untuk mendaftar. Hingga sebelum masa pendaftaran berakhir, kuota telah penuh dan disusul dengan waiting list dari umat yang ingin mengikuti retret pembebasan ini.

Waktu menunjukkan sekitar pukul 13.00  hari Jumat, 24 November 2023, ketika langit berubah mendung, terdengar suara petir dan kemudian hujan deras seakan air ditumpahkan dari atas. Hari itu adalah hari rencana keberangkatan peserta. Sekitar pukul 14.00 langit kembali cerah dan para peserta dengan semangat mulai berdatangan untuk absen dan naik ke bus yang sudah terparkir di halaman parkir Sekolah Trinitas. Sekitar pukul 15.30 peserta sudah lengkap dan bus berangkat menuju Rumah Retret Pratista di Bandung.

Perjalanan lancar, diiringi hujan dan sebuah pengalaman karena bus kami di daerah Cimahi harus tertahan dan menunggu sampai jam kemacetan selesai, baru boleh jalan kembali oleh petugas. Sekitar pukul 18.40 rombongan tiba di rumah retret dan langsung dilanjutkan dengan pembagian kamar dan materi.

Kami pun makan malam dahulu sebelum memulai sesi pertama bersama Romo Camel. Sesi pertama dibuka dengan perkenalan di antara panitia, peserta dan Romo. Disertai kesepakatan terhadap aturan selama retret dan adanya ‘Kaleng Kejujuran’ yg nantinya akan diisi uang denda bagi peserta yang menyadari telah melanggar aturan. Sesi hari pertama ditutup dengan Ibadat Panggilan dan peserta kembali ke kamar masing-masing untuk beristirahat.

Hari kedua diawali dengan renungan pagi. Cuaca yang sejuk dan udara yang segar menambah semangat kami dalam mengikuti setiap sesinya. Ketika ada sesi sharing, kami saling bertukar pengalaman dan saling menguatkan satu sama lain. Di sore harinya kami memasuki sesi berlatih untuk “Pengosongan Diri”. Dengan dibantu oleh Romo kami bermeditasi dan merefleksikan pengalaman kami  dalam hening. Kami juga melakukan latihan Doa Fantasi yang sangat menguras emosi kami semua. Hari kedua ditutup dengan Misa Rekonsiliasi dan dilanjutkan dengan Sakramen Tobat dan konsultasi bersama Romo bagi yang memerlukan. Hari yang sangat melelahkan tetapi juga melegakan.

Hari ketiga, acara diawali dengan sesi doa pribadi dan refleksi mandiri. Kemudian kami menuju kapel utk memulai sesi Perjalanan Emaus. Disini kami merasa lebih dekat satu sama lain antar peserta. Karena kami berkelompok dua orang untuk melakukan ‘perjalanan’ dan sharing berdua. Tanpa terasa hari sudah menjelang siang dan sesi demi sesi terlewati dengan baik. Dalam sesi sharing memunculkan pribadi-pribadi yang menginspirasi kami dengan pandangan dan pemikiran yang disampaikan, sehingga menambah wawasan rohani kami masing-masing.

Sesi membuat niat-niat pribadi kami tulis dan masukan ke dalam amplop untuk dipersembahkan dalam misa penutupan nanti. Kegiatan retret hari ketiga ditutup dengan Misa Perutusan yang khidmat dipimpin oleh Romo Camel. Kami pun  tak lupa berfoto bersama sebagai kenang-kenangan dari acara retret ini. Akhirnya kami pun pulang naik bus menuju Cikarang dan sekitar pukul 17.30 wib sampai di Sekolah Trinitas.

Terimakasih Romo atas pendampingan iman dan pembelajaran disiplin bagi kami semua. Semoga kami dapat menjadi buah terpilih yang memberikan manfaat bagi sesama. Semoga tidak hanya berhenti disini tetapi kami melanjutkan kebaikan dalam segala aspek kehidupan kami.

Berkah Dalem.

Liputan dan Foto : Padmaningrum


Post Terkait

Comments