Injil Markus 1:14-20 menceritakan kisah Simon, Andreas, Yakobus dan Yohanes dipanggil menjadi murid Yesus. Mereka dipanggil menjadi murid ketika mereka sibuk melaksanakan pekerjaan mereka sehari-hari sebagai penjala ikan (ayat 16-20). Jawaban Simon, Andreas dan Yohanes adalah bergegas mengikuti panggilan Yesus untuk menjadi murid. Sikap yang sama diperlihatkan oleh orang-orang Niniwe ketika Yunus menyampaikan pesan Tuhan kepada mereka. Orang-orang Niniwe mengikuti pesan Tuhan yang disampaikan lewat Nabi Yunus (Yunus 3:1-5). Mereka lalu berkabung dan melakukan pertobatan.
Tidak jauh berbeda dengan para murid seperti Simon, Andreas, Yakobus, Yohanes dan orang-orang Niniwe, kita umat beriman juga dipanggil menjadi murid Yesus di tengah pekerjaan dan kesibukan tugas sehari-hari. Pekerjaan dan kesibukan melaksanakan tugasharian tersebut berada di tengah masyarakat modern, yang ditandai oleh orientasi pada manusia dengan akal budinya (antropologis) yang sangat dominan.
Masyarakat modern berciri rasional, dengan produk teknologi, alat-alat sosial media dan perangkat-perangkat canggih lainnya untuk mempermudah kehidupan manusia. Masyarakat modern dengan aneka kelebihan positif dari produk akal budinya, sekaligus membawa pula kecenderungan ego-sentrisme yang kuat. Oleh karena itu dapat terjadi di tengah masyarakat modern orang-orang beriman tidak mudah mendengarkan panggilan Tuhan atau pesan-pesan Tuhan yang sedang disampaikan kepada kita umat beriman maupun masyarakat modern pada umumnya dimana kita juga berada di tengah-tengahnya sebagai bagian tak terpisahkan.
Gemuruh cepatnya perubahan-perubahan (disruption) dan memukaunya produk-produk baru teknologi membuat telinga dan mata hati kita tenggelam dan silau pada isu-isu liar sesaat atau hoaks dengan dampaknya tak terkendali. Akibatnya, kita sering menjadi kurang memiliki kepedulian dan perhatian kepada Tuhan yang sedang mendatangi sedang menyapa kita untuk memanggil menjadi murid-murid-Nya di tengah masyarakat modern. Kesibukan dengan diri sendiri, tenggelam mengejar pencapaian, target, solusi atas masalah, kegalauan dan keinginan tak teratur yang tak akan pernah habis, sering kali membuat orang sulit untuk mendengar suara panggilan atau pesan-pesan Tuhan yang sedang disampaikan.
Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian atas pilihan Tuhan pada kita sebagai umat beriman untuk menjadi murid-murid Yesus di tengah masyarakat modern.
Pertama, dengan menjadi umat beriman sebenarnya kita semua sudah dipilih oleh Tuhan untuk menjadi murid-murid Yesus (disciple). Untuk itu, sikap kemuridan (discipleship) perlu kita jaga dan kembangkan yaitu siap disiplin (discipline) sebagai murid Yesus untuk selalu mengarahkan perhatian tertuju kepada Yesus Tuhan, telinga dan hati untuk mendengarkan suara panggilan dan pesan-pesan-Nya serta mengikuti Dia.
Kedua, untuk dapat mendengarkan panggilan dan pesan-pesan Yesus di tengah kehidupan modern kita perlu mengubah orientasi diri kepada orientasi keluar : orang lain, kejadian-kejadian sekitar, orang yang kita jumpai dan lain sebagainya, sehingga kita umat beriman mampu menangkap suara panggilan Tuhan dan pesan-pesan Tuhan yang disampaikan di tengah pekerjaan, peristiwa-peristiwa dan kenyataan kehidupan harian. Situasi pandemi COVID-19 dan aneka dampaknya pada setiap orang, keluarga, tenaga medis dan masyarakat menggemakan suara panggilan Tuhan dan pesan-pesan Tuhan untuk dijawab oleh setiap orang beriman. Menjadi murid Yesus berarti mengarahkan mata, telinga, perhatian kita kepada Yesus, mendengarkan suara panggilan, Sabda dan pesan-pesan-Nya untuk kita jawab.
Ketiga, jawaban kita umat beriman dapat merujuk pada teladan para murid Simon, Andreas, Yakobus, Yohanes dan orang-orang Niniwe. Tanpa bersungut- sungut mereka bergegas mengikut panggilan Tuhan dan bertindak melaksanakan pesan-pesan Tuhan. Dengan penuh syukur mereka terlibat melaksanakan karya-karya pewartaan kabar gembira bersama dan dalam Tuhan.
Yang terakhir ini dapat menjadi inspirasi kita umat beriman untuk memberi jawaban atas suara panggilan dan pesan-pesan Tuhan menjadi murid-murid Yesus di tengah masyarakat modern, dengan karya-karya apapun yang berguna bagi orang lain, keluarga dan lingkungan ataupun masyarakat dengan penuh syukur, dengan penuh semangat di dalam dan bersama Yesus Tuhan.
Penulis : Andreas Yumarma
Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa