Dibangkitkan Allah Pada Hari yang Ketiga

Kristus Bangkit, Kristus Jaya, Alleluia... Alleluia…

Saudara-saudariku yang terkasih pada hari ini kita merayakan Paskah yaitu kebangkitan Tuhan. Paskah berarti melangkah atau melewati. Bagi bangsa Yahudi paskah merupakan kenangan atas karya keselamatan Allah yang membebaskan mereka dari perbudakan Mesir. Bagaimana Allah menyelamatkan mereka dari kematian, menyelamatkan mereka saat melewati laut teberau hingga akhirnya mereka sampai di tanah terjanji. Bagi kita umat Kristen Paskah merupakan puncak dari iman kita yakni kebangkitan Tuhan, kemenangan Tuhan atas maut dan keselamatan manusia karena di tebus oleh Kristus.

Kebangkitan Yesus tidak terlepas dari peristiwa salib. Yesus terlebih dahulu mengalami dan merasakan sakitnya di hianati, sakitnya di sangkal, sakitnya ditinggalkan, sakitnya disiksa dan didera yang akhirnya Ia mengalami kematian secara keji yaitu di salibkan. Namun satu hal yang pasti bahwa Ia  mampu melewati semua peristiwa itu. Ia menaklukkan rasa sakit dan penderitaan, Ia menaklukkan kegelapam dan kejahatan. Scenario keselamatan Allah bagi manusia melampaui scenario kuasa kejahatan. Kebangkitan Yesus dari alam maut menunjukkan kepada kita bahwa Ia sungguh Putera Allah. Peristiwa paskah merupakan pembuktian janji Tuhan kepada manusia. Tuhan memberikan pengharapan kepada manusia akan kehidupan kekal melalui misteri kebangkitan Putera-Nya. Tentunya janji pengharapan akan kehidupan kekal, seharusnya diikuti dengan rasa sukacita yang mendalam. Pengharapan tersebut menjadi senjata untuk memperkokoh iman kristiani.

Saudara-saudariku yang terkasih Injil hari ini memperlihatkan kepada kita bagaimaan perasaan dan reaksi Maria Magdalena saat menemukan makan Yesus kosong. Makam kosong tidak serta merta membuat Maria Magdalena sadar bahwa Yesus bangkit, ia mengira bahwa jenazah Yesus diambil atau dicuri oleh orang sehingga ia berlari mendapati Petrus dan menyampaikan kebenaran makam kosong. Mendengar kabar tersebut Petrus dan murid yang lain segera bergegas memastikan apa yang disampaikan oleh Maria Magdalena. Setelah melihat makam kosong, dengan lipatan rapi kain kafan, barulah mereka mempercayai kebangkitan Yesus. Keyakinan inilah yang kemudian mendorong mereka untuk mewartakan kabar suka cita itu kepada orang lain. Sikap para murid ini perlu kita rasakan dalam merayakan paskah. Harapan akan keselamatan yang diberikan Yesus kepada kita. Tentunya harapan tersebut disertai dengan rasa sukacita yang mendalam sehingga kabar sukacita ini senantiasa diwartakan. Kebangkitan Yesus mengajarkan kepada kita bahwa di dalam Dia ada pengharapan baru. Syaratnya adalah kita mau dituntun keluar dari kegelapan hidup dan berjalan menuju terang-Nya yang ajaib.

Saudara-saudariku yang dikasihi oleh Tuhan kita pun diundang untuk menjadi saksi kebangkitan Tuhan. Bukan karena kita melihat tanda-tanda, tetapi karena kita sungguh percaya bahwa Dia adalah Allah yang sungguh telah bangkit. Iman kepada Tuhan tak harus memerlukan tanda yang nyata, jika kita percaya pada setiap sabda yang keluar dari mulut-Nya. Sederhana tapi penuh makna. Paskah: ada pengharapan, ada sukacita, ada pewartaan. Mari kita pergi diliputi sukacita dan kegembiraan untuk mewartakan kabar sukacita bahwa Yesus Tuhan kita telah bangkit. Mari kita bangkit bersama Yesus menata kehidupan menjadi lebih baik. Amin

SELAMAT PASKAH...

Penulis :  Sr. Maria Septa, SFMA

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments