Sesuai dengan agenda kegiatan 2023, Komisi Kateketik (KOMKAT) KAJ kembali mengadakan pertemuan pembina BIA/ BIR se-Keuskupan Agung Jakarta. Agenda pertemuan kali ini masih terkait dengan agenda pertemuan 20 Mei 2023 lalu yang juga diadakan oleh KOMKAT KAJ. Bagaimana cara memotivasi anakanak BIA BIR melalui warta Sabda dengan cara-cara yang menyenangkan. Sehingga, semua anak Katolik berhak mewarisi kekayaan Iman lewat pewartaan Sabda Allah yang hidup.
Kegiatan ini diadakan di Pusat Pastoral Samadi pada tanggal 26 Agustus 2023. Saat pembukaan ada Kak Fifin Anetta dan Kak Chrisiandy Yuniarto dari Tim BIA BIR KOMKAT KAJ. Tepat pukul 09.00 acara dimulai. Diawali dengan doa pembuka, panitia meminta kesediaan peserta untuk memimpin, dimana orang tersebut kemudian berhak mendapatkan sebuah majalah dari Kanisius.
Lalu dilanjutkan dengan menyanyi bersama lagu Jalan Serta Yesus. Kak Fifin menjelaskan kalimat bagus berjudul Children learn what they live oleh Dorothy Law Nolte. Sejak usia dini anak harus dibantu untuk mengenal dan mengembangkan pemahaman tentang Allah dan intuisi alamiah tentang eksistensi Nya (Gravissimus Educationis). Bagaimana cara membantu anak mengenal dan mengembangkan pemahaman tentang ALLAH.
Selanjutnya ada Cathekids BIR Domus Verbi yang disampaikan oleh Kak Seto Marsunu dari LBI. Domus Verbi adalah tempat untuk mendengarkan Firman Tuhan bersama anak-anak. Awalnya Kak Seto membuat komunitas ini karena adanya keprihatinan terhadap pemahaman iman anak khususnya mengenai Sabda Allah, banyak orangtua kurang memahami pentingnya Kitab Suci untuk iman mereka, sehingga perlu langkah tertentu agar generasi sekarang memahami Yesus yang mereka imani.
Bagaimana mendampingi anakanak mendengarkan Firman Tuhan, bagaimana mereka dapat mengerti apa yang dibaca dan mampu menceritakan kembali dengan kata-kata sendiri dan menanggapinya dengan doa. Jadi, agar anak mendapat pengertian/pemahaman terhadap hal-hal yang ada di sekitarnya, kita perlu mengupayakan cara anak memperkenalkan segala sesuatunya dengan penginderaan (sensori) & gerakan (motorik).
Lanjut ke materi berikutnya oleh Rm. Carolus Putranto selaku Ketua KOMKAT KAJ (biasa dipanggil Romo Uut), Cathekids BIA mengenai watak dan takwa. Bagaimana berkatekese dengan anak-anak dan kaum remaja. Bagaimana kriteria, isi dan metodologi tahapan perkembangan iman yang sesuai bagi anak-anak menurut James W. Fowler.
Di fase watak ini, bagaimana benih iman terbentuk dari rasa aman dan rasa percaya. Masuk ke fase takwa, Iman terbentuk berdasarkan ketela danan orang-orang terdekat seperti orangtua dan belajar mengenal Allah sebagai kekuatan yang melebihi dirinya dan fase selanjutnya ada Domus Verbi. Pendamping bisa menjadi partner dengan orangtua karena orangtua bisa mengajar dan yang tahu kebutuhan anak sehingga anak mampu mewariskan karakteristik Katolik dan memiliki habituasi Iman yang perlu dibiasakan sedini mungkin.
Waktu menunjukkan pukul 12.00 sinag, kami mendaraskan doa Malaikat Tuhan. Kemudian dilanjutkan sesi tekat dekenat sebagai tujuan dari pertemuan ini. Diharapkan anak berani mengucapkan maaf atas kesalahannya, anak berani berbicara kepada Tuhan dan anak mengerti bahwa mereka semua adalah saudara. Acara berakhir pukul 13.00 dengan doa penutup dan foto bersama.
Liputan dan Foto : Theresia Tarigan – BIA PCGIT