Bulan Kitab Suci Nasional

Bulan September merupakan bulan spesial bagi umat Katolik di Indonesia karena kita merayakan bulan Kitab Suci Nasional. Sejak lama Gereja menyadari perlunya umat beriman untuk semakin mencintai dan menghidupi Kitab Suci sehingga mereka pantas untuk bersaksi dan mewartakan-Nya baik secara pribadi maupun keluarga. Bagi para anggota Gereja, Sabda Allah menjadi kekuatan iman, santapan jiwa, dan sumber hidup rohani. Karena dalam Kitab Suci, Bapa di surga dengan penuh cinta kasih menjumpai para putra-Nya dan berwawancara dengan mereka.

Lembaga Biblika Indonesia, yang merupakan Lembaga dari KWI untuk kerasulan Kitab Suci, mengadakan sejumlah usaha untuk memperkenalkan dan mengajak umat untuk mulai membaca Kitab Suci. Dimulai dengan mengadakan Hari Minggu Kitab Suci secara nasional sejak tahun 1975 lewat dorongan Keuskupan dan Paroki di Indonesia mengadakan ibadat khusus dan kegiatan sekitar Kitab Suci. Dalam perkembangan selanjutnya, kegiatan-kegiatan ini dilangsungkan sepanjang Bulan September dan menjadi Bulan Kitab Suci Nasional.

Tema khusus Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN) 2019 adalah “BELAJAR BERHIKMAT DARI PARA TOKOH KITAB SUCI.” BKSN KAJ 2019, akan mengangkat 4 tokoh dalam Kitab Suci yang dapat membantu kita untuk belajar menjadi pribadi yang berhikmat yaitu :

• Raja Salomo, raja bijaksana di Israel yang mengalami kejatuhan pada akhir-akhir hidupnya. Dengan hikmat, seseorang bisa merasa dirinya hebat. Namun, ketika hikmatnya tidak dirawat, tidak dijaga dan tidak dikembangkan, ia bisa gagal, salah langkah, bahkan jatuh. Kita belajar bahwa perjuangan menjadi pribadi berhikmat tidak pernah selesai. Hikmat harus dipelihara dan dikembangkan terus.

• Rasul Simon Petrus, memberikan kita gambaran cukup lengkap bagaimana Tuhan Yesus mendidik Simon Petrus dalam suka duka, jatuh bangun dan kegagalannya dalam menjadi murid Tuhan. Proses berhikmat Simon Petrus boleh dikatakan unik karena lebih banyak kegagalannya dalam menangkap dan memahami ajaran Yesus. Kekhasan Simon Petrus adalah
dia tidak menyerah meskipun terus menerus gagal. Simon Petrus berjuang sampai garis akhir di mana dia keluar sebagai pemenang iman. Hal itu dikarenakan kekuatan gurunya yang juga tidak pernah menyerah untuknya.

• Pewartaan Nabi Yoel tentang kehancuran lingkungan hidup dan pemulihannya. Salah satu pintu masuk untuk mengenal hikmat Allah adalah dengan mencermati alam semesta ciptaan-Nya. Nabi Yoel adalah pribadi yang sangat peka terhadap kehancuran alam ciptaan. Dalam nubuatnya, Nabi Yoel membongkar satu rahasia untuk mengatasi kehancuran itu. Hikmat akan menjadi sebuah teori belaka dan mudah sekali terlupakan bila tidak disertai oleh tindakan konkrit. Salah satu bentuk nyata dari manusia berhikmat adalah semakin peduli pada kelestarian lingkungan dan alam sekitar yang sudah terancam kepunahan. Namun kita menyadari bahwa tindakan kepedulian itu harus selalu diangkat ke permukaan agar tidak suam-suam kuku.

• Kisah Bileam, seorang tukang tenung (dukun) terkenal. Ia diminta oleh Balak bin Zipor, raja Moab (musuh Israel) untuk mengutuk Bangsa Israel yang pada saat itu sedang berkemah di daerah Moab. Allah berkuasa atas segala sesuatu termasuk dalam kehidupan manusia. Tuhan mengubah rencana jahat manusia (Balak) terhadap umat Allah menjadi berkat dalam kehidupan.

Saudara-saudariku yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, marilah di Bulan Kitab Suci ini kita semakin mengakrabi, tekun membaca, mendalami, merenungkan bacaan Kitab Suci, dan
secara khusus belajar hikmat dari para tokoh Kitab Suci. Semoga Berkat Tuhan sungguh melimpah atas saudara-saudari semua.

Penulis : Br Paulus FIC

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments