Bersaksi tentang Kebenaran

Saudari-saudara yang dikasihi oleh Tuhan, hari ini kita merayakan “HARI RAYA TUHAN KITA YESUS KRISTUS RAJA SEMESTA ALAM” sebagai penutup dalam tahun liturgi. Perayaan ini menunjukkan Allah yang lebih berkuasa dan lebih tinggi dari segala kekuatan di dunia, Allah sebagai Alfa dan Omega.

Dalam injil hari ini kita dapat melihat dialog antara Yesus dan Pilatus, dimana Pilatus bertanya dengan sinis dan sombong kepada Yesus “Apakah Engkau seorang raja Yahudi?”. Pilatus terlalu fokus tentang masalah Raja dan ingin mengungkap kesalahan Yesus dan tidak teliti mendengarkan penjelasan Yesus. Jika dia teliti tentu dia akan tahu bahwa Yesus adalah Raja tetapi bukan raja seperti yang ada di dunia ini, karena kerajaan Yesus tidak berasal dari dunia ini.

Yesus datang untuk menjadi raja dan kerajaan-Nya adalah Kebenaran dan untuk itulah Dia datang dan dilahirkan ke dunia ini untuk memberi kesaksian tentang kebenaran. Yesus mengatakan siapa yang berasal dari kebenaran akan mendengarkan suara-Ku. Ini merupakan suatu tantangan, Yesus hendak melayani Pilatus, tetapi kesempatan yang diberikan kepada-Nya
sangat terbatas, seolah-olah Yesus berkata: dengarkan perkataan-Ku Pilatus. Mendengar tantangan ini Pilatus mengambil keputusan ia menolak akan kebenaran itu, dan tidak mau bersaksi akan Yesus raja diatas segala raja.

Saudari-saudara yang dikasihi oleh Tuhan, bersaksi dalam kebenaran bukanlah hal yang mudah. Yesus telah membuktikannya karena kesaksianNya akan kebenaran berujung hukuman mati di kayu salib untuk-Nya.

Bagaimana dengan kita ? Apakah kita siap bersaksi tentang kebenaran dan apa saja kesaksian kita selama ini ? Apakah kita bersaksi tentang kebenaran atau kesaksian palsu?

Kesaksian terhadap kebenaran adalah milik yang paling berharga di dunia ini. Tidak ada yang dapat dimiliki seseorang di dunia ini yang mendatangkan lebih banyak penghiburan, harapan dan iman selain kesaksian tentang Yesus yang mengasihi kita, dan hal inilah yang paling berharga didunia ini yaitu bersaksi akan kebenaran. Kebenaran yang tidak pernah usang dan yang selalu memulihkan dan menyelamatkan yaitu Allah sumber rahmat. Kebenaran akan Yesus yang disalibkan, telah dibangkitkan pada hari ketiga dan Yesus menjadi kepala Gereja.

Dalam kehidupan ini banyak orang yang tidak ingin bersaksi tentang iman dan kebenaran akan Yesus. Hal itu terjadi karena tidak ingin mendapat masalah dan tidak mau menanggung resiko, ingin tinggal dalam zona nyaman. Sebagai orang Kristen kita harus bersaksi tentang apa yang kita lihat dan kita dengar.

Mengetahui kebenaran, kemurnian pikiran dan ketulusan hati dalam mencari tentang kebenaran akan Yesus, maka Roh Kudus akan menuntun pada kebenaran Injil Kristus. Kita tahu bahwa kepatuhan terhadap Injil menjadikan kita pribadi yang lebih baik.

Menjadi suami yang lebih setia dan bertanggungjawab, menjadi istri yang setia dan dihormati dan anak-anak yang patuh. Kepatuhan terhadap injil memupuk persaudaraan sejati dan kerukunan antar sesama dan sekaligus menjadikan kita menjadi warga negara yang baik yang selalu mematuhi aturan. Karena itu kita melakukan perbuatan sehari-hari dengan menerapkan Injil dalam pekerjaan kita sehingga kita mampu mengasihi sesama dan selalu bersikap jujur dan baik.

Kesaksian tentang kebenaran adalah sauh bagi jiwa, ditengah-tengah kebingungan dan perselisihan yang kita hadapi kita tidak perlu kuatir dengan kepercayaan akan Allah. Kita akan merasakan damai dan hati yang penuh kasih. Jika kita memiliki kesaksian tentang kebenaran maka kita akan dapat melewati lembah gelap, pernyataan-pernyataan palsu yang menyerang dan dengan iman kebenaran akan terungkap.

Saudari-saudara yang dikasihi oleh Tuhan, semoga melalui perayaan Hari Raya Tuhan kita Yesus Kristus Raja Semesta Alam, kita dengan berani bersaksi tentang kebenaran, dan senantiasa Yesus yang menguasai dan merajai hati kita.

Tuhan Yesus memberkati. Amin

Penulis : Sr. Sisnawati, SFMA

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments