Berjuang Masuk melalui Pintu yang Sempit

Saudara dan saudari yang baik dan dikasihi Tuhan

Siapakah yang akan diselamatkan? Mungkin bagi kebanyakan kita pertanyaan ini juga berarti siapa yang akan masuk ke dalam surga? Akankah Anda dan saya berada di dalamnya? Pertanyaan inilah yang dihadapi oleh Yesus dalam bacaan-bacaan sepekan ini. Seolah-olah tujuan utama kita adalah mengejar jaminan masuk ke dalam surga, bahkan mungkin kita berpikir surga menjadi ganjaran atas perbuatan kita di dunia.

Melalui bacaan Injil, kita dimurnikan dari pemikiran ganjaran tersebut. Perihal siapa yang akan diselamatkan adalah semata-mata kehendak dan rahmat Allah. Dalam Kitab Yesaya dikisahkan Allah hendak menyelamatkan segala bangsa (Yes 66:18). Tuhan Yesus mengajak kita berfokus untuk percaya dan mengikuti-Nya serta menyerahkan perihal keselamatan pada kehendak-Nya.

Lalu, apa yang dimaksud dengan masuk pintu yang sempit? Melalui perkataan tersebut, Yesus hendak membalikkan pemikiran Orang-orang Farisi dan Ahli Taurat yang sekadar menaati aturan keagamaan dan merasa yakin sudah masuk pintu yang lebar menuju surga. Masuk pintu yang sempit berarti mengikuti teladan Yesus sebagaimana telah diteladankan-Nya – tidak sekadar menaati aturan dan ajaran Gereja. Menaati aturan dan ajaran Gereja hanyalah sarana untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Hal yang utama adalah kita harus berusaha mengasihi Allah di atas segalanya dengan keseluruhan diri. Dengan demikian, kita hendak hidup dalam kehendak-Nya bukan kehendak sendiri.

Memasuki pintu yang sempit membutuhkan perjuangan dan disiplin diri agar kita sungguh murni dalam mengikuti Tuhan (bdk. Ibr 12:6). Sebagai pengikut Tuhan, kita perlu berani melawan arus zaman dan berjuang untuk menghayati kasih Allah dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini pula yang menjadi misi paroki kita, yaitu berani berkata ‘cukup’ pada godaan dunia. Ketika orang lain mudah melakukan bullying di media sosial, kita diajak untuk menggunakan media sosial secara positif dan mewartakan kebaikan. Dengan demikian, kita justru menghadirkan keselamatan dan kerajaan-Nya di tengah dunia sebagaimana senantiasa kita doakan, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Semoga Tuhan menganugerahkan keberanian kepada kita untuk menapaki jalan kemuridan-Nya.

Salam berbagi dan merakyat.

Penulis : Fr. Carolus Budhi Prasetyo

Ilustrasi Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments