Berjaga untuk Kedatangan-Nya

Salam Teresa!!

Ibu/Bapak, saudari-saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus, iman memampukan kita untuk berharap. Pengharapan meneguhkan kita untuk menerima dan menjalani hidup dengan sukacita. Menjadi pertanyaan dalam hati kita, mengapa ada sukacita dalam pengharapan? Karena hidup memiliki tujuan akhir, yakni keselamatan dalam Tuhan. Abraham disebut sebagai bapa kaum beriman karena kesetiaan dan ketaatannya kepada Allah. Dalam segala hal ia setia dan menyerahkan diri pada kehendak Allah (bdk Ibr.11:8-17). Ketaatan iman Abraham menjadi kesaksian dan keteladanan bagi kaum keturunannya. Maka Abraham juga menjadi model hidup beriman.

Saudara/i yang terkasih, dalam hidup keseharian, setiap kita memiliki berbagai persoalan yang seringkali menghadapkan kita pada beragam sikap dan pilihan. Tidak jarang kita terlena dalam perbuatan dan kepentingan sesaat. Iman dengan mudah tergadaikan hanya karena tuntutan kebutuhan hidup, kesenangan pribadi atau kepentingan kelompok, ambisi kesuksesan dan popularitas. Ditengah pergumulan hidup demikian, kesetiaan beriman menjadi tuntutan utama. Dalam situasi dan persoalan apapun, kesetiaan iman menjadi dasar pertama dalam sikap dan tindakan hidup kristiani. Beriman berarti pula dituntut kesetiaan dan kesediaan untuk berserah dan bertindak sesuai kehendak-Nya dalam situasi apa pun dan di mana pun.

Saudara/i, lewat Sabda Tuhan hari ini sebagai umat beriman, kita diingatkan untuk selalu siap sedia, “hendaklah kalian juga siap sedia, karena Anak Manusia akan datang pada saat yang tak kalian sangka-sangka” (Luk 12:40). Menjadi pertanyaan refleksi untuk kita, apakah kita telah berlaku sebagai hamba Tuhan yang baik dan setia? Kita tidak tahu kapan Tuhan akan datang, terutama kapan Tuhan datang menjemput kita untuk hidup bahagia bersama-Nya. Yesus mengajak kita untuk selalu mempersiapkan diri sehingga kapan pun Tuhan datang kita siap menyambut- Nya. Persiapan yang baik adalah selalu hidup yang baik menurut kehendak-Nya, yaitu hidup dalam semangat kasih kepada Tuhan dan sesama.

Marilah dengan sikap taat dan setia kita berjaga untuk menyambut kedatangan-Nya.

Penulis : Rm. Antara. Pr

Foto : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments