Bergegas Bertobat

Pada hari ini, kita mendengar bahwa Yohanes Pembaptis menyerukan dengan sangat tegas bahwa manusia harus segera bertobat dan memberi diri mereka dibaptis. Secara khusus dalam bacaan Injil hari ini, sangat jelas kepada siapa Yohanes menujukan seruan pertobatannya. Ia dengan berani dan keras menunjukkan kebobrokan dan kejahatan yang harus segera diperbaiki. Pada intinya harus segera bertobat. Karena Yohanes sangat tahu bahwa hanya dengan bertobat keselamatan dapat diterima dan dialami. Tidak lain keselamatan itu ada dalam pribadi Yesus, yang datang sebagai pemenuhan janji keselamatan Allah.

Keberanian Yohanes Pembaptis menyerukan pertobatan kepada seluruh manusia mungkin saja pada saat ini akan menjadi hujatan oleh banyak orang. Sebab saat ini kita sering kali bersembunyi di balik kata-kata manis penuh kompromi, tidak malu-malu bahkan tidak tahu malu hidup dalam dosa. Dengan kata lain, kita lebih suka untuk berkubang dalam dosa dan kesalahan kita bahkan merasa tersinggung dan marah apabila kita ditegur atau dinasihati. Karena perbuatanperbuatan dosa itu telah kita rasionalisasi sehingga menjadi hal yang wajar kita lakukan. Dengan kata lain suara hati kita telah keliru.

Seruan pertobatan yang disampaikan oleh Yohanes Pembaptis adalah seruan bagi manusia untuk memperiapkan diri bahwa akan datang Penyelamat yang membersihkan kita dari dosa. Namun di sini Yohanes mempertegaskan bahwa pertobatan bukanlah hanya sekedar kata-kata namun pertobatan harus menghasilkan buah yang nyata. Pertobatan berarti adanya perubahan hati sehingga orang tidak lagi berjalan di jalan yang penuh dosa namun berjalan dalam jalan kekudusan yang telah disediakan oleh Yesus Kristus.

Pertobatan menjadi syarat mutlak untuk menyambut kedatangan Tuhan. Ada hal yang menarik dalam seruan Yohanes bahwa Yohanes menyebut mereka dengan “keturunan ular beludak”. Hal ini mengartikan bahwa keselamatan dari Tuhan bukan soal keturunan namun harus ada pertobatan dan juga buah yang dihasilkan oleh pertobatan itu sendiri. Dengan demikian keselamatan tidak akan sampai kepada orang-orang yang hanya hidup secara tradisi kekristenan atau menjalankan ritual-ritual kekritenan semata tanpa ada buah dari pertobatan itu sendiri. Yohanes Pembaptis dengan tegas menyatakan bahwa keselamatan hanya bagi orang yang menghasilkan buah dari pertobatannya.

Keputusan kita untuk berbalik dari dosa menuju kepada keselamatan di dalam Kristus menyangkut hal menerima Yesus bukan hanya sebagai Juruselamat dari hukuman dosa, melainkan juga Tuhan atas kehidupan kita. Jalan pertobatan merupakan jalan sukarela dimana kita bebas memilih untuk bertobat atau tidak. Namun jalan pertobatan memberikan kita kemampuan kasih untuk melakukan kabar sukacita yang kita dengar dalam injil. Maka syarat mutlak untuk memiliki anugerah keselamatan adalah harus adanya pertobatan yang bersumber dari iman kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Maka, apabila sampai detik ini kita masih hidup dalam dosa. Mari bergegaslah bertobat! Sebab tidak ada manusia yang luput dari dosa sehingga tidak memerlukan pertobatan untuk memperoleh keselamatan. Sebab kedatangan Yesus adalah tanda bahwa janji keselamatan Allah nyata dalam hidup kita. Namun untuk memperoleh janji keselamatan itu kita harus bersih dari dosa dan tidak melakukan dosa lagi. Jika seseorang mengaku bahwa ia telah bertobat namun masih terus-menerus berbuat disa dan menikmatinya, maka mungkin sekali
sebenarnya ia belum bertobar dan masih berkubang. Oleh karena itu, marilah kita berbuah sesuai dengan pertobatan kita.

Penulis : Fr. Jason Mikhael Summakwan

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments