Berdoa Tanpa Jemu

Sesuatu yang kita peroleh dengan usaha yang gigih, akan membuat kita lebih menghargai, menjaga dan merawatnya. Saudari-saudara terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, pada hari ini kita mau mendengarkan sabda- Nya. Yesus menyampaikan suatu perumpamaan tentang dua tokoh yaitu Hakim yang tidak benar dan seorang Janda. Hakim tersebut dikatakan tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorang pun, sedangkan diceritakan seorang janda yang sedang berusaha dengan tak henti untuk pembelaan hak terhadap lawannya.

Jadi, apa alasan Yesus menyampaikan sesuatu dengan perumpamaan ini? Alasannya adalah untuk menegaskan serta membantu murid-murid mengerti bahwa mereka harus selalu berdoa tanpa jemu. Inilah yang kehendak Yesus yang harus kita hidupi. Maka dalam bacaan hari ini kita mau melihat diri seorang janda tersebut yang berusaha tak jemu untuk memperoleh pembelaan haknya terhadap lawannya. Tentulah tindakan, keinginan ataupun permintaannya bukan sesuatu yang jahat, namun mengandung kebenaran.

Usaha, perjuangan serta kegigihan dari seorang janda tersebutlah yang harus kita teladani dalam doa permohonan kita kepada Tuhan Yesus Kristus. Karena nyatanya kita sering merasa sudah berjuang sehingga merasa jemu, kecewa bahkan marah serta menghakimi Tuhan sendiri ketika doa kita tak kunjung dikabulkan. Padahal tanpa disadari usaha dan perjuangan kita terhadap apa yang ingin diraih tersebut sangat kecil. Seringkali kita ingin mendapat sesuatu dengan mudah tanpa usaha dan perjuangan.

Jadi saudari/a terkasih, hal inilah yang Yesus harapkan dari kita. Kita harus tanpa jemu meminta kepada Tuhan apa yang menjadi harapan kita, namun bila itu belum dikabulkan apakah kita pernah merenungkan kalau yang kita kehendaki itu merupakan kehendak Tuhan yang memang berguna baik bagi hidup kita? Tanpa kita sadari sebenarnya Yesus sendiri juga berjuang untuk lebih mendekatkan diri-Nya dengan apa yang dialami dan dirasakan oleh manusia, sehingga Ia rela berinkarnasi.

Saudari/a terkasih, marilah kita tanpa jemu tetap bersemangat untuk memohonkan harapan kita yang sungguh-sungguh membangun iman kita.

Penulis : Sr. Loren, SFMA

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments