Berbuah Dalam Pertobatan

Ibu, bapak, saudari, dan saudara terkasih dalam Kristus, pada minggu ini, kita memasuki Hari Minggu Prapaskah III Tahun C. Dalam kisah pembuka Injil minggu ini (Luk 13:1-5), Lukas menceritakan bahwa Tuhan Yesus diberitahu oleh beberapa orang tentang peristiwa pembantai- an yang dilakukan atas perintah Pilatus terhadap sekelompok orang Galilea. Mereka berharap bahwa Tuhan Yesus akan mengutuki Pilatus. Namun, Tuhan Yesus malah mengi- ngatkan peristiwa lain, yakni kematian delapan belas orang akibat runtuhnya menara Siloam. Kemudian, Tuhan Yesus berkata, “Jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa dengan cara demikian.”

Mengapa Tuhan Yesus seolah marah sambil menegur? Sebab beberapa orang tersebut mudah melihat dosa Pilatus, tetapi tidak sadar bahwa orang Galilea pun berdosa. Bebe- rapa orang itu yakin bahwa membunuh orang berdosa dibenarkan, padahal tidaklah de- mikian. Allah tidak pernah menginginkan kematian orang berdosa. Allah memberi kesempatan orang untuk bertobat dan selamat. Hal ini diungkapkan Tuhan Yesus dalam kisah selanjutnya, yakni perumpa- maan pemilik dan pengurus kebun anggur tentang pohon ara yang tidak berbuah (Luk 13:6-9).

Kisah pertobatan manusia dalam Injil hari ini diibaratkan dengan pohon ara yang tidak berbuah, yang tumbuh di kebun anggur. Si pemilik kebun hendak menebang- nya, karena melihat bahwa pohon tersebut tidak menghasilkan buah selama tiga tahun. Namun, penggarap kebun itu meminta waktu setahun lagi. Jika kembali tidak berbuah, barulah pohon itu ditebang.

Seruan pertobatan yang disampaikan Tuhan Yesus adalah sebuah kesempatan bagi kita semua untuk berbalik kepada Allah, seperti setahun waktu yang dimiliki pohon ara untuk menghasilkan buah. Kita semua dipanggil untuk kembali kepada Allah melalui jalan pertobatan untuk menghasilkan buah.

Pertobatan merupakan tanda sebuah pohon berbuah. Untuk itu, kita semua hendaknya selalu meng- arahkan hidup kita kepada Allah lewat Tuhan Yesus Kristus kendati kita mengalami banyak kelemahan dan dosa. Keterarahan kepada Allah ini akan menumbuhkan pertobatan dan pertobatan akan membuahkan keselamatan. Mari kita menjalani masa Prapaskah, masa penuh rahmat dan kerahiman Allah ini, dengan penuh kesungguhan untuk memperbaiki diri serta relasi kita dengan Tuhan dan sesama. Selamat hari Minggu. Selamat berakhir pekan. Tuhan Yesus memberkati Anda sekeluarga.

Sumber: Rm. Vinsensius Rosihan Arifin, Pr.

Sumber gambar: Dokumen Pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments