Bangkit dari Antara Orang Mati - Selamat Paskah 2021

Saudara-saudariku hari ini kita merayakan Hari Raya Paskah. Warta kebangkitan Tuhan yang dikisahkan dalam  Sabda Tuhan diawali dengan keterangan waktu, yakni “setelah lewat hari Sabat” dan “pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit” (Mrk.16:1). Setelah lewat hari Sabat, berarti setelah hari menjadi gelap, Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus, dan Salome membeli rempah-rempah untuk dibawa ke makam Yesus keesokan harinya. Gelapnya malam menggambarkan gelapnya hati yang sedang mereka alami. Hati mereka gelap dan hidup mereka suram karena kesedihan yang teramat dalam. Penyebabnya sudah jelas: Yesus yang sangat mencintai mereka dan yang amat mereka cintai telah wafat.

Namun, mereka tidak segera pergi ke kubur pada malam itu juga. Mereka menunggu keesokan harinya, Ketika matahari sudah terbit. Ini adalah tanda adanya pengharapan dalam diri mereka. Meskipun masih samar-samar, mereka tahu bahwa kegelapan yang mereka alami akan berubah menjadi fajar cerah. Dan benar! Keesokan harinya, ketika mereka sampai di kubur, saat sudah terbit, mereka tidak lagi mengalami kegelapan: hati dan hidup mereka mendapat pencerahan. Mereka tidak lagi berjumpa dengan Yesus yang wafat tetapi mendapatkan warta sukacita bahwa Yesus telah bangkit dan mendahului para murid di Galilea. Di sana mereka dan para murid yang lain akan berjumpa kembai dengan Yesus yang bangkit (Mrk.16:6-7).

Saudara-saudariku, kita semua tahu bahwa Galilea adalah tempat Yesus dan para murid membuat komitmen untuk saling mengikatkan diri sebagai Guru dan murid. Di situlah para murid untuk pertama kalinya berjumpa dengan Yesus. Oleh karena itu, bagi para murid, Galilea adalah tempat hidup sehari-hari, tempat mereka bekerja mencari nafkah sebagai nelayan (Mat.4:18-22). Setelah dipanggil dan dipilih menjadi murid Yesus, mereka meninggalkan Galilea dan mengikuti Yesus ke mana pun Ia pergi. Namun, Yesus tidak mencabut mereka dari akarnya. Setelah bangkit, Ia mengundang mereka untuk bertemu kembali di Galilea, tempat mereka saling berkomitmen. Ia ingin mengajak mereka untuk memperbarui komitmen mereka. Di Galilea, para murid tidak hanya berjumpa kembali dengan Yesus yang bangkit, tetapi juga menerima perutusan baru (Mrk.16:15-20).

Saudara-saudariku, tahun 2021 ini kita kembali merayakan Paskah, kebangkitan Tuhan Yesus Kristus di masa pandemi Covid-19. Dengan segala keterbatasan dan protokol kesehatan kita merayakannya tetap dengan penuh harapan dan semagat. Marilah kita merayakan, memaknai dan menghayati Paskah ini dengan beralih dari gelap menuju terang. Tuhan yang bangkit senantiasa hadir dan menyertai kita. Kristus yang bangkit menjadi sumber terang dan pengharapan bagi kita. Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini, semoga kita bisa melewati semua ini dengan tetap berharap kepadaNya, supaya pandemi ini segera berlalu dari negeri kita tercinta.

Marilah kita jadikan pula tempat hidup kita sehari-hari – tempat tinggal (rumah/keluarga), sekolah, tempat bekerja dan tempat-tempat lain di mana pun kita mengadakan kegiatan dan perjumpaan – sebagai Galilea: tempat kita berjumpa dengan Yesus yang bangkit, sehingga kita semakin mengasihi, semakin terlibat dan semakin menjadi berkat.

Tuhan memberkati.

Penulis : Rm. Antara Pr

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments