Akulah Pokok Anggur yang Benar

Saudari-saudaraku yang terkasih, merenungkan Sabda Tuhan hari ini, ada dua hal yang berkesan bagi saya. Pertama, saya merasa terkesan dengan pernyataan Yesus mengenai diri-Nya sebagai Pokok Anggur. “Akulah Pokok Anggur dan kamulah ranting-ranting-Nya”. Kedua, saya terkesan dengan kerinduan Yesus bahwa menjadi murid-Nya berarti harus berbuah.

Tuhan Yesus yang mengklaim diri-Nya sebagai Pokok Anggur menyiratkan kesan bahwa setiap ranting yang tidak melekat pada pokok itu akan layu, kering dan mati. Sebab sebagai Pokok Anggur, Dialah yang mengalirkan atau memberi hidup kepada ranting-ranting tersebut. Dengan kata lain, ranting tidak dapat berbuat apa-apa tanpa pokok.

Sebagai Pokok hidup, kita tentu menggantungkan hidup secara penuh kepada-Nya. Sang Pokok itu tempat ranting melekat, ranting yang melekat akan diasupi makan dan air sehingga tumbuh dan berbuah lebat. Namun hal ini tidak cukup berhenti disitu (melekat pada Yesus sebagai Pokok Hidup). Sebab setiap ranting harus dibersihkan sehingga bisa berbuah banyak. Kadang kala sangat terasa bahwa pengalaman “dibersihkan” itu terasa menyakitkan. Meskipun menyakitkan, kita dibersihkan oleh yang empunya pohon kehidupan itu agar dapat berbuah banyak.

Permenungan yang kedua mengenai siapa yang layak disebut sebagai murid Tuhan Yesus. Bertolak dari perumpamaan mengenai Pokok Anggur maka jelas bahwa yang menjadi murid Tuhan adalah mereka yang berbuah banyak/melimpah. Kisah mengenai rasul Paulus dalam bacaan pertama kiranya menjadi teladan bagi kita untuk mengambil sikap sebagai seorang rasul.

Saudara-saudari, Sabda Tuhan hari ini menjadi permenungan bagi kita semua yang mengaku diri sebagai pengikut Kristus, apakah kita benar-benar sudah melekat erat? Apakah kita selalu datang kepada- Nya, berdoa dan bersekutu dengan-Nya? Apakah kita selalu tinggal di dalam firman-Nya dan mau mendengarkan suara-Nya? Marilah kita menjadi ranting-ranting-Nya yang melekat erat dengan Sang Pokok Anggur yang benar, tinggal di dalam Dia, sehingga kita dapat bertumbuh dan berbuah yang lebat.

Penulis : Rm Antara Pr

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments