Akulah Jalan Kebenaran dan Hidup

Salam Teresa…!!

Saudari/a yang terkasih, apa kabar semuanya? Rasanya kita semua sudah lama tidak berjumpa, baik dalam ibadah-ibadah di Gereja maupun dalam kegiatan-kegiatan pelayanan kita karena pandemi COVID-19 ini yang menghalangi kita untuk berjumpa. Saya berharap kita semua selalu dalam keadaan baik, sehat dan semangat meskipun harus tetap #DiRumahAja sesuai himbauan Pemerintah dan Gereja Keuskupan Agung Jakarta sampai akhir Bulan Mei ini.

Saudari/a yang terkasih, Hari ini kita memasuki penanggalan liturgi hari Minggu Pekan Paskah ke 5. Dalam bacaan Kisah Para Rasul ditegaskan bahwa Gereja dibangun atas dasar para rasul, di mana Tuhan memilih mereka dengan landasan doa dan Roh Kudus sendiri yang membimbing pelayanan mereka (Kis 6:1-7). Setiap manusia diundang datang kepada Tuhan. Kata “ya” atas panggilan itu akan membawanya pada sebuah tugas perutusan : menjadi batu hidup bangunan rohani yang dipersatukan oleh Kristus. Dengan demikian, jemaat menjadi Umat Terpilih yang ditebus oleh Kristus. Tugas telah menanti : mengabdikan seluruh hidup kepada Tuhan dan mewartakan kasih-Nya kepada segala makhluk (1Ptr. 2:4-9).

Saudari/a yang terkasih, meskipun masih dalam suasana yang sangat memprihatinkan ini, kita
diundang sebagai persekutuan hidup umat beriman untuk mengabdikan hidup kita kepada Tuhan dan sesama. Terlebih dalam situasi pandemi COVID-19 ini kepedulian, belarasa dan solidaritas kita dipanggil untuk bertindak.

Berangkat dari pertanyaan Thomas, “Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?” dan Filipus, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami”, Yesus mengajar dan menerangkan tugas perutusan-Nya. Kristuslah satu-satunya jalan menuju Bapa. Dialah kebenaran yang diwahyukan Bapa, maka Dialah sumber kehidupan yang memberi kekuatan untuk melaksanakan kehendak Bapa. Menjadi jelas bahwa Kristus akan membawa kita sampai kepada Bapa dan tinggal bersama-Nya.

Saudari/a yang terkasih, Jawaban Yesus atas perkataan Filipus mengajak kita semua untuk sadar bahwa persekutuan dengan Bapa itu terjadi di dalam persekutuan kita dengan diri-Nya. Kita pun diajak untuk masuk dan tinggal di rumah Bapa. Oleh karena itu, mari kita mengarahkan hidup yang dianugerahkan Bapa atas kita masing-masing kepada kebaikan dan sesuai dengan kehendak-Nya. Hal ini hanya mungkin jika kita mau bersatu dengan Putra-Nya dan mengikuti jalan yang telah ditunjukkan-Nya kepada kita. Dialah Jalan, Kebenaran, dan Kehidupan.

Saudari/a yang terkasih, marilah melalui tugas, belajar, pekerjaan, aktifitas yang kita lakukan, dan karya pelayanan kita dipanggil untuk bersatu dengan-Nya. Kita wujudkan persatuan kita dengan sesama untuk bersatu melawan COVID-19 yang kita hadapi bersama. Tuhan memberkati kita semua.

Penulis : Rm. Antara, Pr

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments