Aku Menjadikan Segala Sesuatu Baru

Saudari-saudara terkasih, kita berjumpa kembali pada Hari Minggu Pekan Paskah V. Dalam sabda Tuhan hari ini Yesus memberi perintah baru, yang juga adalah perintah utama, yakni supaya para murid-Nya saling mengasihi, sama seperti Ia telah mengasihi mereka. Dalam perintah itu terdapat catatan yang menegaskan bahwa semua orang akan tahu bahwa mereka adalah murid-murid Yesus, jikalau mereka saling mengasihi.

Benarlah bahwa identitas seseorang atau kelompok akan dikenal sungguh-sungguh dari tindakan, bukan dari perkataan atau pernyataan. Hidup saling mengasihi akan menampakkan identitas murid Yesus yang sesungguhnya. Kepada muridmurid-Nya Yesus menegaskan bahwa mereka adalah terang dunia dan meminta agar terang mereka bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatan baik para murid dan memuliakan Bapa diSurga (Bdk. Mat. 5:16).

Rasul Paulus dan Barnabas berkeliling mewartakan Injil, terutama tentang Kristus yang adalah Juru Selamat bagi semua bangsa. Dimanapun datang dan tinggal, selain mengajar dan memberi nasehat, mereka memberi kesaksian sebagai bagian dari pewartaan. Berkunjung ke berbagai tempat tanpa mengenal Lelah. Kesaksiannya tidak dimaksudkan untuk menyombongkan diri, melainkan membuktikan bahwa tugas perutusannya dilakukan dengan sebaik-baiknya dan di situlah letak kekuatan dan kewibawaan pewartaannya.

Cara hidup jemaat perdana seperti yang digambarkan dalam Kis. 2: 41-47 sangat mengesankan dan menarik banyak orang. Pada akhir perikop itu disampaikan bahwa mereka disukai semua orang dan tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan. Kesaksian hidup itu sudah  merupakan suatu pewartaan Kabar Baik yang sangat berpengaruh dan efektif. Semua umat beriman dipanggil untuk memberi kesaksian di dalam hidup mereka.

Perlu diingat bahwa pewartaan secara lisan atau tulisan tetap penting sebagai cara menyampaikan isi iman kepada yang belum mengenal dan menambah pemahaman bagi mereka yang telah mengenal iman Kristen, namun kesaksian hidup tetap diperlukan bahkan menjadi pewartaan yang
aman efektif.

Hal ini masih relevan dan bahkan semakin perlu mendapatkan perhatian serius dalam pewartaan kita. Hidup saling mengasihi tidak hanya sebatas cita-cita dan dipegang sebagai keyakinan, melainkan mesti diwujudkan dalam kehidupan. Di tengah jaman yang ditandai dengan semangat balas dendam, mesti ditampilkan kesaksian hidup yang menunjukkan sikap dan tindakan memaafkan.

Makin maraknya hidup dalam kelompok eksklusif, mesti makin digelorakan semangat dan praktik hidup inklusif yang terbuka dan merangkul siapapun. Ditengah gencarnya promosi hidup primordialitas yang mengotak-ngotakkan diri harus dikembangkan hidup bersama secara terbuka dan bersaudara
dengan siapapun, tanpa pandang latar belakang suku, ras, golongan dan agama.

Makin gaduhnya aneka informasi yang banyak berisi hoaks, bahkan ujaran kebencian, perlu ditingkatkan kemampuan untuk mengekang diri, berlaku bijak dan tidak terpancing untuk ikut arus yang merugikan itu. Ketika kita tetap bisa mengasihi, meskipun dimusuhi, memaafkan orang yang jelas bersalah, bahkan telah terbukti di pengadilan.

Inilah yang dijanjikan oleh Allah kita, “lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!” Semangat hidup seperti inilah yang harus kita kembangkan sebagai murid-murid Yesus. “… Dengan demikian, semua orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-muridKu, yaitu jika kamu saling mengasihi.”

Penulis : Rm. Antara, Pr

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments