Sukacita Anak-anak BIA menjadi Petugas Koor dalam Misa Anak Misioner Sedunia

“Hai siarkan di gunung... di bukit dan di mana jua…
Hai siarkan di gunung lahirnya Almasih…”

Lagu ini dikumandangkan dengan lantang oleh 45 anak BIA lingkungan VDL (Vincensius, Damianus dan Louisa de Marillac) menutup misa Hari Raya Penampakan Tuhan dan Hari Anak Misioner Sedunia tanggal 8 Januari 2023 yang lalu. Lagu penutup ini diiringi oleh Evan organis cilik dari lingkungan Damianus dan dipimpin Paulina dirigen cilik dari lingkungan Louisa de Marillac. Gemuruh tepuk tangan umat membuat anak-anak tersenyum bangga telah dimampukan Tuhan menyelesaikan tugas koor.

Persiapan menjadi petugas koor sudah dilakukan anak-anak BIA beserta para pendamping BIA dan pelatih koor sejak tiga bulan yang lalu, berhubung merupakan koor gabungan maka latihan dilakukan dengan kombinasi yaitu latihan secara mandiri (masing-masing lingkungan) dan 3 kali latihan gabungan. Pada awalnya beberapa anak tidak bisa menyanyikan lagu-lagu dengan baik, namun semangat anak-anak sungguh luar biasa dalam berlatih. Mereka sungguh tekun berlatih, sehingga mereka hafal hampir semua lagu, terbukti sepulang dari latihan, atau saat berangkat ke tempat latihan mereka menyenandungkan lagu-lagu yang sudah dilatihkan. 

Gladi bersih dilaksanakan di Trinitas pada hari Sabtu tanggal 7 Januari 2023 dengan didampingi tim Pasdior Paroki,  selain untuk berlatih bersama dengan ke-3 organis, juga agar anakanak mengenal tempat saat bertugas. Ke-45 tempat duduk diatur oleh para pendamping BIA selain pertimbangan tinggi badan juga agar anak-anak dari ke-3 lingkungan dapat berbaur. Pada akhir gladi bersih, Miss Retno dari tim Pasdior memberi apresiasi pada anak-anak sekaligus memberi arahan agar anak-anak semakin bagus bernyanyi saat tugas.

Saat hari Minggu tanggal 8 Januari jam 07.00 anak-anak dengan kostum bernuansa merah sudah siap di tempat koor dengan tenang. Anak-anak sungguh memiliki tang- gung jawab yang besar saat menjadi petugas koor dengan mengikuti misa dari awal sampai akhir dan sigap menyiapkan lagu-lagu yang akan dinyanyikan. Bahkan mereka pun sampai terheran-heran sendiri, mengapa mereka bisa sebegitu serius mengikuti misa. “ Kok, bisa yah anak-anak tahan haus dan tahan pipis saat misa” kata Apri, salah seorang anak BIA, mengomentari teman-temannya seusai misa. “Iya, suara kita tadi juga terdengar bagus” tambah Ryendi, salah seorang anak BIA juga, dengan wajah bahagia. Latihan yang tekun dan penuh suka cita memang tidak membohongi hasil. Mungkin suara mereka jauh dari sempurna, namun semangat tinggi mereka untuk melayani adalah bagian yang paling menggembirakan bagi para orang tua dan pendamping BIA.

Liputan & Foto : L Sherafina Reni (Lingkungan Louisa de Marillac)


Post Terkait

Comments