Penampakan Tuhan

Saudara/saudari yang terkasih dalam nama Tuhan pada hari minggu ini kita merayakan Hari Raya penampakan Tuhan tak terasa Natal akan berakhir. Dan Tema Natal tahun ini diangkat dari injil hari ini “…maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain (Mat 2:12). Mengisahkan ketiga Majus yang mencari Sang Terang dengan penunjuk bintang yang mereka lihat di Timur, mereka mengikuti bintang itu sampai di Betlehem. Disana mereka bertanya kepada Herodes dimana Raja orang Yahudi lahir? Herodes terkejut mendengar itu dan mencari penjelasan dengan mengumpulkan Ahli-ahli Taurat tentang kedatangan Mesias, para Ahli taurat hanya mengetahui Mesias akan lahir di Betlehem. Ternyata tidak semua orang dapat melihat terang itu seperti herodes dan Ahli taurat.

Saudara/saudari yang terkasih, dengan kedatangan ketiga majus memperlihatkan kekuasaan, kekayaan, dan kemuliaan duniawi tidak ada apa-apa dibandingkan dengan kebesaran Yesus. Bisa kita bayangkan ketiga Majus yang sebagai raja di negerinya yang memiliki daerah kekuasaan, kekayaan yang melimpah, tinggal di istana yang megah datang jauh-jauh dari Timur untuk menyembah bayi Yesus yang terbaring di dalam palungan di kandang domba tempat yang hina, kotor dan juga bau. Sebagai raja orang  majus ini menunjukkan kerendahan hatinya dengan sujud menyembah bayi Yesus dengan mempersembahkan persembahan yang berharga yaitu emas, kemeyan dan mur.

Bagaimana dengan kita apa yang telah kita persembahkan kepada Yesus yang telah datang kedunia ini menjadi manusia untuk menyelamatkan kita?

Saudara/saudari yang terkasih, banyak hal yang dapat kita persembahkan kepada Yesus dalam hidup ini dan Yesus menghendaki agar kita mempersembahkan persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah. Kita hidup sebagai persembahan kepada Allah dengan tidak menyesuaikan diri pada nilai-nilai duniawi yaitu keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup. Keinginan daging melibatkan sesuatu yang membangkitkan selera dan meliputi keinginan makan, minum, hubungan seksual dan segala sesuatu yang menyenangkan tubuh secara berlebihan. Keinginan mata melibatkan materialisme, mengingini sesuatu yang tidak dimiliki dan bersikap iri hati terhadap yang mereka yang mempunyai apa yang didambakan. Keangkuhan hidup diartikan sebagai ambisi yang membuai kita dan meninggikan kehendak pribadi. Bagaimana caranya agar kita berubah tidak menyesuaikan diri dengan dunia ini yaitu dengan berubah oleh pembaharuan budi dengan mendengarkan, membaca, mempelajari dan merenungkan Firman Allah.

Saudara/saudari yang terkasih untuk mempersembahkan apa yang berkenan kepada Tuhan kita perlu melakukan perubahan/pertobatan dan tidak cukup hanya aktif dalam pelayanan. Kita dapat belajar dari ketiga Majus setelah menemukan Yesus mereka dipimpin oleh roh Allah dengan pulang ke negerinya melalui jalan lain. Disini dapat dilihat bahwa dalam pertobatan kita tidak bisa dijalan yang selalu sama (zona nyaman kita) karena jika tetap di jalan yang sama kesalahan sebelumnya akan dilakukan lagi dan kita membutuhkan dukungan dari diri sendiri (komitmen yang kuat), dan perhatian dari orang disekitar kita, dan kita membutuhkan jalan yang telah disedikan oleh Yesus agar sampai ketujuan dengan selamat. Melalui penampakan Yesus hari ini mari kita juga memperlihatkan diri sebagai pengikut Kristus dengan menampakkan identitas kita seorang katolik yang selalu mengasihi dan bersaudara dengan semua orang agar kita yang percaya tidak akan binasa melainkan memperoleh hidup yang kekal.

Tuhan memberkati. Amin

Penulis : Sr Sisnawati Ginting SFMA

Gambar : Dokumentasi pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments