Ice Breaking Lektor 2022

“Lektor adalah juru bicara Allah. Lektor memegang tugas yang sakral karena ketika Alkitab dibacakan maka Allah sendiri yang bersabda kepada umatNya” demikian yang dikatakan oleh Ibu Ani Anastasia Gunawan sebagai pembicara dalam acara Ice Breaking Lektor yang bertempat di D’Khayangan, Jababeka pada hari Minggu, 20 November 2022. Ice Breaking Lektor adalah acara rutin Paguyuban Lektor PCGIT yang diadakan setahun sekali dan bertujuan untuk menguatkan kembali motivasi dan kebersamaan antar anggota Paguyuban Lektor Paroki Cikarang Gereja Ibu Teresa. Acara ini akhirnya kembali diadakan setelah vakum 3 tahun akibat pandemi. Pada tahun ini panita mengusung tema Melayani Lebih Sungguh Melalui Sabda Allah.

Bu Ani, yang juga menjabat sebagai Bendahara Komisi Liturgi Keuskupan Agung Jakarta, lebih lanjut menjelaskan syarat-syarat menjadi Lektor yaitu mempunyai Kemauan (untuk bertugas dan berlatih), Kemampuan (untuk membacakan dan mengerti isi bacaan), Mengimani (apa yang dibacakan) serta mempunyai Semangat Kerjasama (antara sesama Lektor dan pelayan liturgi lainnya). Selain hal tersebut, ada beberapa persiapan yang harus dilakukan sebelum seorang Lektor bertugas dalam suatu misa.

Persiapan tersebut meliputi persiapan lahiriah yaitu tentang penampilan seorang Lektor ketika bertugas; persiapan batiniah yaitu tentang mempersiapkan batin yang bersih supaya pikiran dan perasaan menjadi tenang; persiapan teknis yaitu mengenali bacaan dan praktek membaca. Semua hal yang dijelaskan oleh Bu Ani sangat bermanfaat untuk pembekalan Lektor terutama dalam tugas melayani di Gereja.

Acara yang dihadiri oleh 58 orang ini  juga mengundang Lektor senior yaitu Ibu Elisabeth Dianita Subagyo dan Ibu Anastasia Pudji Astuti. Pada kesempatan tersebut, Bu Ita dan Bu Anton (panggilan akrab dari mereka berdua), membagikan pengalaman selama menjadi Lektor dan memotivasi anggota Lektor untuk selalu setia dalam pelayanan. Selain sharing, peserta juga diajak oleh Frater Billy untuk mengikuti suatu game bernama Pecah Telor. Peserta dibagi dalam grup untuk membuat suatu wadah yang terdiri dari kertas coklat dan sedotan dan bertujuan untuk mencegah telur menjadi pecah ketika dijatuhkan dari atas. Di games ini peserta belajar untuk bekerjasama dan saling berdiskusi tanpa mementingkan ego masing-masing.

Acara ini juga sebagai ajang penyambutan 23 orang yang diterima sebagai Lektor baru di Paguyuban Lektor PCGIT. Acara Ice Breaking ditutup dengan sesi Follow Me. Para anggota Lektor baru berjalan dengan mata tertutup dan dituntun oleh anggota Lektor yang lama. Dengan kondisi tersebut, para anggota baru diajak belajar saling percaya yang nantinya akan berguna dalam pelayanan liturgi. Di sesi tersebut mereka juga sharing motivasi, harapan, kontribusi dan komitmen mereka bila bergabung denga Paguyuban Lektor.

Ice Breaking Lektor tahun ini tidak hanya memperkuat persekutuan anggotanya, tapi sekaligus memberi harapan dan menumbuhkan motivasi dalam melayani yang lebih sungguh pasca pandemi.

Liputan dan Foto : Adityo Sulasanto


Post Terkait

Comments