Dewan Paroki Harian Menyapa Umat Secara Offline - part 2

Puji Tuhan, Syukur kepada Allah, kunjungan fisik secara offline yang kedua dapat kembali kita laksanakan. Kali ini dengan tujuan sektor paling selatan yaitu Cibarusah 2. Berangkat dari Trinitas jam 09.30 dengan menempuh waktu 50 menit, kunjungan ini mengambil lokasi pertemuan di Sektor Cibarusah2, rumah Ibu Ariana, Ketua lingkungan Fransiskus Asisi.

Kali ini DPH yg hadir Pak Yudi Arisanto, Pak Bimo Hartanto, Pak Benny Sutisna, Pak Markus, Pak Anton Rachmadi, Pak Bayu Kuncoro, Pak Yulius Kusdiantara, Pak Hanung, Pak Eko Sanjoyo dan Bu Mulyani DPH pendamping Lingkungan Sektor Cibarusah 2, dan dari Tim PPG yang ikut gabung dalam rangka sosialisasi PPG di Sektor ini, Pak Tri Budi, Pak Martinustri, dan Pak Wahyu, dan yang pasti Romo Camel juga peliput kunjungan kita dari tim Komsos, Pak Ay Teguh, dan terakhir disusul oleh Romo Antoro yang terlambat datang dikarenakan adanya pembekalan baptis bayi di Trinitas. Dari perwakilan pengurus lingkungan Cibarusah 2 pun komplit hadir semua, yaitu AGUSTINUS, BERNADETH, FRANSISKUS ASISI, IGNATIUS DE LOYOLA, LUCIA, VERONICA dan YOHANES 23

Dalam pertemuan tersebut terjadi dinamika yang sangat menarik antara DPH dan Para Pengurus lingkungan, terutama pertemuan offline yg sudah lama dirindukan bersama. Rangkaian Pertemuan itu diawali dengan presentasi masing-masing lingkungan mengenai dinamika saat pandemi, dan saat masa transisi dari pertemuan online ke pertemuan offline. Dalam setiap presentasi lingkungan, Lingkungan di Sektor Cibarusah 2 ini rata rata tantangan terbesar pelayanan adalah luasnya cakupan wilayah dan keterbatasan pulsa internet yang merupakan kebutuhan dasar pertemuan secara online. Ada Satu lingkungan yaitu Lingkungan Veronica, memiliki KK yang cukup banyak yaitu 127 KK, dimana sudah diharuskan adanya pemekaran demi memperkecil cakupan pelayanan agar lebih terfokus, dan juga upaya membangunkan umat yang tertidur. Terlepas dari kendala kendala diatas Pengurus dan Umat patut diacungi jempol, karena kendala yg dihadapi bukan menjadi hambatan dalam melakukan pelayanan dengan segala keterbatasan yang ada. 

Dalam sesi Tanya jawab dengan DPH poin-poin diskusi umat dan pengurus antara lain hambatan pengadaan pulsa dalam kegiatan online dari sebagian besar pengurus, dan juga pengenalan teknologi kominukasi berbasis internet masih sangat kurang. Sehingga dalam masa pandemi ini, komunikasi dan kegiatan tidak berjalan lancar. Oleh karena itu, paroki diminta membantu mengatasi tantangan-tantangan ini.

Disisi lain teman-teman lingkungan juga mengeluhkan akses ke Paroki Cikarang, yang mengakibatkan frekuensi ke gereja dalam misa mingguan, beberapa umat lebih ke Paroki Jonggol, Keuskupan Bogor. Namun masih sangat semangat dan antusias menerima tugas-tugas liturgi dari Paroki Cikarang seperti tugas Koor/Tatib ataupun Parkir dan kegiatan kegiatan paroki lainnya.

Namun yang membuat kita patut berbangga dengan sektor Cibarusah 2 ini, setelah masa Pandemi ini, para pengurus berkomitmen untuk menggiatkan lagi kegiatan kegiatan offline setelah sebelumnya minim atau bahkan tidak adanya kegiatan online karena keterbatasan yg sudah dijelaskan sebelumnya.

Poin berikutnya yang menjadi dominan di sektor ini dalam menghadapi pandemi adalah banyak umat lingkungan mengalami kesulitan ekonomi sehingga mereka harus berjuang ditengah pandemi ini. Dan yang sungguh-sungguh luar biasa dari sektor ini juga, walaupun ditengah kesulitan ekonomi saat pandemi, umat masih mampu berbagi bagi mereka yang terpapar Covid 19 dan yang mengalami kesulitan ekonomi.

Tambahan Poin dari Paguyuban Prodiakon yang menginginkan adanya perlengkapan misa agar saat ada ibadat atau misa lingkungan, umat tidak harus jauh jauh meminjam alat misa ke Pasturan. Disamping itu dari Legio Maria, ibu Poninten meminta Sektor dan Paroki untuk mengajak tiap lingkungan untuk memperkenalkan Legio dan juga kepada komunitas anak muda agar tergerak bergabung dalam pelayanan Legio Maria.

Sebelum input sesi bidang dan Romo, Tim PPG memaparkan update terkait seputar Progres pembangunan Gereja, dan update seputar penggalangan dana. Dalam input sesi, diingatkan kembali agar para pengurus fokus di sisi kekuatan dan kesempatan yang ada, dan bukannya terfokus pada kelemahan-kelemahan yang ada dalam pelayanan. Pak Yulius dari Martiria juga mengingatkan kembali untuk membentuk seksi Lingkungan Hidup di lingkungan dan berbicara sekilas mengenai pertobatan ekologis dan rangkaian kegiatannya.

Dalam Input Sesi Romo Camel mengingatkan regenarasi dan peran anak muda dalam hidup di lingkungan dan juga mengomentari permintaan perlengkapan Misa, agar Prodiakon dan Pengurus juga memahami seputar perlengkapan Misa. Menutup input sesi, Romo Antoro mengingatkan kembali mengenai kebutuhan pemekaran lingkungan khususnya Veronica. Hal ini dikarenakan pentingnya pelayanan dalam komunitas yang lebih kecil agar semakin banyak umat tersapa dan akif dalam kegiatan hidup menggereja Sesi tersebut berakhir dengan berkat Romo, dilanjut makan siang bersama, dan tidak lupa kami Romo, DPH dan aktifis lingkungan berfoto bersama. Kami kembali ke Pasturan dari Fransiskus Asisi pukul 13.00. Terima Kasih Lingkungan Fransiskus Asisi dan Semua pengurus lingkungan dan Bu Mulyani selaku DPH Pendamping Lingkungan yg telah menyambut kami para DPH. Kita bertemu dilain waktu di sector yang berbeda. Tuhan Yesus memberkati.

Penulis: Yohanes Bosco Bimo Hartanto

Gambar: Dokumen Pribadi Warta Teresa


Post Terkait

Comments